STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU

Jurnal ADMINISTRATORJurnal ADMINISTRATOR

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Kawa Tuna berfungsi sebagai solusi pengelolaan sampah, namun operasionalnya seringkali menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, terutama pencemaran udara yang berupa bau busuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pencemaran udara dan lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas di TPA serta efeknya terhadap kesehatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan survei persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bau busuk yang dihasilkan dari TPA dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. Penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan TPA yang lebih baik dan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Sampah di Kelurahan Kawatuna menimbulkan pencemaran udara, terutama bau busuk, yang memengaruhi kesehatan masyarakat.Meski TPA melakukan pengawasan, masalah bau tetap menjadi isu utama bagi penduduk.Diperlukan upaya tambahan, termasuk teknologi ramah lingkungan dan program kesehatan untuk mengurangi dampak pencemaran udara.

1. Bagaimanaanet penerapan teknologi bioremediasi di TPA dapat mengurangi konsentrasi bau busuk yang dihasilkan_semua operasional TPA di Kelurahan Kawatuna? 2. Apakah program edukasi pengelolaan sampah bagi penduduk setempat dapat menurunkan tingkat pencemaran udara di area TPA di Kelurahan Kawatuna? 3. Bagaimana pengaruh monitoring kualitas udara secara real-time terhadap persepsi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar TPA di Kelurahan Kawatuna?.

Read online
File size263.54 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test