UNSURUNSUR

AGROSCIENCEAGROSCIENCE

Buah naga mengalami penurunan produksi. Salah satu cara peningkatan produksi diperlukan zat pengatur ZPT seperti GA3 sebagai penginduksi bobot atau ukuran dan kualitas buah naga super merah. Pengaplikasian GA3 memerlukan waktu yang tepat karena sangat berpengaruh pada hasil dan kualitas super merah, serta untuk mengetahui konsentrasi dan interval terbaik terhadap hasil dan kualitas buah naga super merah di Kabupaten Banyuwangi yang dimulai bulan Maret sampai Juni 2025. Penelitian ini menggunakan metode Split Plot dua faktor dengan tiga ulangan yang diperoleh 60 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 ada 5 terdiri atas: 0 ppm (Kontrol), 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm. Faktor kedua adalah interval GA3 yang terdiri atas: 3 hari sekali, 5 hari sekali, 7 hari sekali, 9 hari sekali. Variabel pengamatan terdiri atas pH buah, kandungan antioksidan, waktu panen, grade buah (Grade super, grade A, grade B, dan grade C). Interaksi konsentrasi dan interval pengaplikasian GA3 pada tanaman buah naga super merah terhadap variabel pengamatan kadar pH, waktu panen, dan kandungan antioksidan. Konsentrasi dan interval yang direkomendasikan adalah 50 ppm dengan interval 5 hari sekali. Faktor tunggal konsentrasi GA3 terhadap variabel grade buah (Grade super, grade A, grade B, dan grade C). Konsentrasi GA3 yang direkomendasikan adalah 50 ppm.

Berdasarkan hasil penelitian pengaruh konsentrasi dan interval pengaplikasian GA3 terhadap hasil dan kualitas buah naga super merah dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh nyata interaksi perlakuan konsentrasi dan interval GA3 pada tanaman buah naga super merah terhadap variabel pengamatan kadar pH, waktu panen, dan kandungan antioksidan.Konsentrasi dan interval yang direkomendasikan adalah 50 ppm dengan interval 5 hari sekali karena penggunaan pupuk yang lebih efisien serta menghasilkan hasil dan kualitas buah naga super merah yang optimal.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efek konsentrasi GA3 yang lebih tinggi dari 200 ppm serta variasi interval aplikasi yang lebih luas untuk mengetahui batas optimal yang tidak menurunkan kualitas buah naga. Selanjutnya, studi interaksi GA3 dengan zat pengatur tumbuh lainnya seperti asam naphthalene (NAA) atau sitokinin dapat memberikan wawasan tentang sinergi atau antagonisme dalam meningkatkan hasil, kandungan antioksidan, dan percepatan pematangan. Selain itu, diperlukan evaluasi dampak jangka panjang aplikasi GA3 berulang terhadap kesuburan tanah, mikroba tanah, dan respons stres tanaman pada sistem agroekologi kebun naga, sehingga rekomendasi penggunaan hormon dapat disesuaikan dengan keberlanjutan lingkungan. Penelitian-penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang pengelolaan hormon tanaman pada buah naga dan membantu mengoptimalkan produksi secara berkelanjutan.

  1. Pengaruh ZPT Giberelin terhadap Hasil Produksi Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) di Luar Musim (off-season)... doi.org/10.62734/joas.v1i2.727Pengaruh ZPT Giberelin terhadap Hasil Produksi Buah Naga Hylocereus polyrhizus di Luar Musim off season doi 10 62734 joas v1i2 727
  2.  . 0 doi.org/10.3390/molecules28041845A 0 doi 10 3390 molecules28041845
  3. PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP AKTIVITASANTIOKSIDANDAN DAYA TERIMA SELAI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus... ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/agrotech/article/view/170PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP AKTIVITASANTIOKSIDANDAN DAYA TERIMA SELAI BUAH NAGA MERAH Hylocereus ejournal widyamataram ac index php agrotech article view 170
Read online
File size344.2 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test