POLBINHUSPOLBINHUS

Jurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat IndonesiaJurnal Abdi dan Dedikasi kepada Masyarakat Indonesia

Kesehatan gigi dan mulut merupakan komponen dari kesehatan umum yang berperan penting dalam fungsi pengunyahan, fungsi bicara, dan fungsi kecantikan. Status kesehatan gigi dan mulut yang optimal juga dapat dicapai dengan meningkatkan upaya promotif dan preventif sedini mungkin. Melalui program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan salah satu bentuk kegiatan untuk melihat kondisi kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah terutama anak pra sekolah karena pada usia pra sekolah (umur 5-6 tahun) masih belum bisa menjaga kesehatan gigi dan mulut nya sendiri.

Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya indeks def-t antara lain kebersihan rongga mulut, dan pola makan anak.Kebersihan rongga mulut sangat mempengaruhi indeks def-t anak karena perilaku ibu sangat dibutuhkan dalam mengawasi dan mengajarkan anak menggosok gigi secara mandiri.Menjaga kebersihan gigi dan mulut anak sangat diperlukan tidak hanya dalam penurunan indeks def-t tetapi juga memberikan pengaruh besar dalam kesehatan gingiva.Kebersihan mulut yang kurang dapat menyebabkan gingivitis yang disebabkan oleh adanya plak pada permukaan gigi.Pola makan anak yaitu kebiasaan anak mengonsumsi makanan kariogenik.Anak usia prasekolah menyukai makanan manis, dimana kebiasaan ini terbentuk karena pengetahuan para ibu mengenai diet yang baik bagi anak masih tergolong rendah sehingga mereka telah memperkenalkan makanan manis kepada anak sejak balita.Anak menjadi terbiasa mengonsumsi makanan manis tersebut dan kebiasaan itu akan berlanjut sampai mereka dewasa.Usaha lain untuk mengatasi kesehatan gigi dan mulut anak telah dilakukan penyuluhan sebelum pemeriksaan pada siswa TK PEMBINA tentang menyikat gigi 2 kali sehari pagi (setelah sarapan) & Malam (sebelum tidur) dan tingkat keparahan status karies gigi sulung yang diperiksa siswa kelas B II dan B IV TK PEMBINA tergolong sangat tinggi.Di TK PEMBINA Kelas B II (def-t = 8,4) sedangkan kelas B IV (def-t = 6,8).sehingga Seluruh siswa yang diperiksa memerlukan rujukan untuk dilakukan perawatan berupa Konservasi gigi, pencabutan gigi dan PSA dan perlunya bimbingan orang tua di rumah bagaimana cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yang baik.

Untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi pada anak pra sekolah, perlu dilakukan intervensi yang komprehensif. Pertama, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan orang tua tentang kesehatan gigi anak. Kedua, studi dapat mengeksplorasi peran guru dalam mempromosikan kebersihan gigi di lingkungan sekolah. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menyelidiki dampak intervensi perilaku, seperti pemberian hadiah atau insentif, dalam mendorong anak-anak untuk mengadopsi kebiasaan menyikat gigi yang baik. Dengan menggabungkan strategi edukasi, peran guru, dan intervensi perilaku, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan gigi anak pra sekolah dan mengurangi prevalensi karies gigi.

Read online
File size446.67 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test