UNMUNM

DEDIKASIDEDIKASI

Pelatihan diversifikasi dan pemasaran berbasis e‑commerce untuk produk kopi di Desa Harapan, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan menuju Desa Wirausaha Mandiri merupakan upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani kopi dalam penanganan pascapanen kopi. Pada tahap awal kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), ditemukan bahwa petani kopi di Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, belum memiliki pengetahuan mendalam mengenai penanganan pascapanen kopi serta menghadapi kendala dalam sistem pemasaran. Berdasarkan hasil observasi awal, solusi yang dilakukan meliputi penilaian lapangan terkait analisis situasi di tingkat petani, organisasi petani, dan pemberian pelatihan tentang penanganan pascapanen kopi. Metode kegiatan yang diberikan antara lain: (1) observasi langsung, (2) wawancara terstruktur, (3) metode ceramah, simulasi, (4) metode diskusi terbuka, serta penyediaan modul penanganan pascapanen kopi disertai evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan pelatihan pascapanen kopi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan petani kopi di Desa Harapan, yang terlihat dari peningkatan nilai rata‑rata pre‑test sebesar 5,45 % menjadi post‑test sebesar 8,27 %. Evaluasi dan monitoring yang dilakukan satu bulan setelah pelatihan menunjukkan bahwa petani kopi di Desa Harapan telah melaksanakan kegiatan pascapanen, khususnya pengolahan hilir biji kopi. Kesimpulan dari kegiatan pelatihan pascapanen kopi di Desa Harapan adalah peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan komitmen petani dalam aktivitas pascapanen kopi.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan diversifikasi dan pemasaran berbasis e‑commerce produk kopi di Desa Harapan Kabupaten Barru meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan pascapanen kopi, strategi pemasaran, serta pemanfaatan teknologi digital.Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai peserta dari pre‑test sebesar 5,45 menjadi post‑test sebesar 8,27.Program ini juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha kopi secara mandiri dan berorientasi pada pemasaran digital, berpotensi meningkatkan nilai ekonomi produk kopi lokal.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang pelatihan terhadap pendapatan petani kopi, misalnya dengan mengajukan pertanyaan: Bagaimana perubahan pendapatan rumah tangga petani kopi setelah dua tahun mengikuti program diversifikasi dan pemasaran berbasis e‑commerce? Selain itu, studi komparatif antar desa dapat mengkaji faktor keberhasilan program, dengan fokus pada pertanyaan: Faktor apa yang paling mempengaruhi keberhasilan adopsi teknologi digital dalam pemasaran kopi di desa‑desa dengan karakteristik sosial‑ekonomi berbeda? Terakhir, penelitian mengenai peran gender dalam implementasi pelatihan dapat memperluas pemahaman, misalnya: Bagaimana peran perempuan dalam proses diversifikasi produk kopi dan pemasaran digital, serta apa tantangan khusus yang mereka hadapi dibandingkan laki-laki? Dengan menggabungkan analisis ekonomi, faktor sosial, dan perspektif gender, penelitian lanjutan akan memberikan panduan yang lebih komprehensif untuk memperluas dan menyesuaikan program serupa di wilayah lain.

Read online
File size427.31 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test