UNSURUNSUR

JURNAL AGRITAJURNAL AGRITA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok biji kemiri di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan pengumpulan data melalui teknik survei. Penelitian dilakukan di empat desa di Kecamatan Kayangan, yaitu Desa Salut, Desa Selengen, Desa Mumbul Sari, dan Desa Akar-Akar. Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif, dan dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis kerangka Food Supply Chain Network (FSCN) dan Supply Chain Operating Reference (SCOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen rantai pasok terdiri atas pemilihan mitra berdasarkan faktor lokasi, skala pembelian, dan kemudahan pemasaran. Kesepakatan antar mata rantai dilakukan secara non-formal (lisan) dengan transaksi tunai. Belum ada bantuan dari pemerintah untuk pelaku rantai pasok biji kemiri. Struktur rantai pasok meliputi dua saluran, yaitu saluran I (petani - PP dusun - PP desa - pengupas - pedagang besar - pengecer) dan saluran II (petani - PP desa - pengupas - pedagang besar - pengecer), dengan peran yang berbeda pada setiap mata rantai. Proses bisnis rantai pasok terdiri atas tiga aliran, yaitu aliran produk, aliran dana, dan aliran informasi, yang terdistribusi secara merata dan lancar. Risiko yang dihadapi oleh setiap mata rantai terkait dengan harga fluktuatif, kerusakan hasil produksi, dan kemacetan pasar. Trust building dilakukan melalui komunikasi lancar dan penjualan pada pelaku yang sama.

Manajemen rantai pasok biji kemiri di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, terdiri atas pemilihan mitra berdasarkan faktor lokasi, skala pembelian, dan kemudahan pemasaran.Kesepakatan antar mata rantai dilakukan secara non-formal (lisan) dengan transaksi tunai.Struktur rantai pasok meliputi dua saluran, dengan peran yang berbeda pada setiap mata rantai.Proses bisnis rantai pasok terdiri atas tiga aliran, yaitu aliran produk, aliran dana, dan aliran informasi, yang terdistribusi secara merata dan lancar.Risiko yang dihadapi oleh setiap mata rantai terkait dengan harga fluktuatif, kerusakan hasil produksi, dan kemacetan pasar.Trust building dilakukan melalui komunikasi lancar dan penjualan pada pelaku yang sama.

Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas rantai pasok biji kemiri, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang strategi diversifikasi pemasaran biji kemiri. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan pasar baru dan strategi pemasaran yang inovatif, serta mengeksplorasi potensi ekspor biji kemiri ke pasar internasional. Selain itu, penelitian tentang pengelolaan risiko fluktuasi harga dan kerusakan hasil produksi juga penting untuk dilakukan, dengan tujuan mengembangkan strategi mitigasi risiko yang efektif. Terakhir, penelitian tentang peran pemerintah dalam mendukung rantai pasok biji kemiri dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebijakan dan program yang dapat meningkatkan kinerja dan kesejahteraan pelaku rantai pasok.

  1. EKSTRAKSI KEMIRI DENGAN METODE SOXHLET DAN KARAKTERISASI MINYAK KEMIRI | Jurnal Teknik Kimia USU. ekstraksi... doi.org/10.32734/jtk.v2i2.1430EKSTRAKSI KEMIRI DENGAN METODE SOXHLET DAN KARAKTERISASI MINYAK KEMIRI Jurnal Teknik Kimia USU ekstraksi doi 10 32734 jtk v2i2 1430
Read online
File size408.96 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test