UMRAHUMRAH

Journal of Innovation and TechnologyJournal of Innovation and Technology

Penukar panas merupakan peralatan penting dalam proses pengolahan minyak bumi, berfungsi mentransfer panas antar fluida untuk meningkatkan efisiensi energi proses. Selama masa operasi yang lama, kinerja penukar panas dapat menurun secara signifikan akibat terbentuknya fouling pada permukaan transfer panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi transfer panas dan mengevaluasi dampak faktor fouling pada penukar panas tipe shell‑and‑tube (HE‑05) yang beroperasi pada unit penyulingan minyak mentah PPSDM MIGAS Cepu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data operasional aktual yang diperoleh melalui observasi lapangan langsung, meliputi data suhu, laju alir, densitas fluida, dan spesifikasi teknis peralatan. Evaluasi kinerja dilakukan dengan menghitung koefisien transfer panas keseluruhan, faktor fouling, penurunan tekanan, dan efisiensi termal. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien transfer panas keseluruhan pada kondisi bersih (Uc) sebesar 4,65 Btu/ft²·hr·°F, sedangkan pada kondisi operasional aktual (Ud) menurun menjadi 4,31 Btu/ft²·hr·°F. Faktor fouling yang diperoleh mencapai 0,0169 ft²·hr·°F/Btu, melebihi nilai standar minimum yang direkomendasikan, mengindikasikan akumulasi kontaminan. Meskipun demikian, efisiensi transfer panas peralatan tercatat sebesar 82,8 %, termasuk dalam rentang efisiensi ideal untuk tipe shell‑and‑tube. Nilai penurunan tekanan pada sisi shell maupun tube juga jauh di bawah batas maksimum yang diizinkan, menunjukkan bahwa peralatan masih cocok secara hidraulik untuk operasi. Berdasarkan temuan tersebut, penjadwalan pemeliharaan dan pembersihan periodik sangat diperlukan untuk mempertahankan efisiensi operasional dan kinerja penukar panas.

Berdasarkan evaluasi kinerja Heat Exchanger‑05 (HE‑05) di unit penyulingan PPSDM MIGAS Cepu, diperoleh bahwa meskipun faktor fouling melebihi standar desain, efisiensi termal peralatan tetap tinggi dengan nilai 82,84 % dan kondisi hidraulik berada dalam batas yang aman.Penurunan koefisien transfer panas menunjukkan adanya akumulasi fouling, namun tekanan drop yang minimal menegaskan kelancaran sirkulasi fluida.Oleh karena itu, diperlukan pemeliharaan dan pembersihan periodik guna mengurangi fouling dan mempertahankan efisiensi optimal.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji (1) bagaimana variasi parameter operasional seperti laju alir dan suhu masuk memengaruhi pembentukan fouling pada penukar panas tipe shell‑and‑tube, sehingga dapat dirumuskan strategi optimasi operasional yang adaptif; (2) penerapan teknik monitoring real‑time berbasis sensor IoT untuk mendeteksi peningkatan fouling secara dini, yang memungkinkan intervensi pembersihan tepat waktu dan mengurangi downtime produksi; (3) evaluasi perbandingan antara bahan isolasi termal konvensional dengan material isolasi berdaya tahan tinggi terhadap fouling untuk meningkatkan efisiensi termal pada kondisi operasi lama, dengan menguji performa di beberapa penukar panas pada unit yang sama. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi industri migas dalam meningkatkan keandalan dan efisiensi energi penukar panas, sekaligus memperpanjang umur operasional peralatan melalui pendekatan berbasis data dan material inovatif.

Read online
File size366.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test