UNISMUHUNISMUH

JED (Jurnal Etika Demokrasi)JED (Jurnal Etika Demokrasi)

Kekerasan seksual di pendidikan tinggi merupakan isu struktural yang mengakar yang kurang ditangani hanya melalui langkah-langkah hukum. Studi ini menyelidiki bagaimana anggota komunitas akademik membangun pemahaman mereka tentang sanksi sosial sebagai alat pencegahan terhadap kekerasan seksual di kampus. Penelitian yang dilakukan di Universitas Muhammadiyah Makassar menggunakan desain campuran penjelasan sekuensial, awalnya melibatkan wawancara kualitatif dengan mahasiswa, dosen, dan pemimpin institusi. Selanjutnya, survei kuantitatif diberikan berdasarkan tema yang diidentifikasi dari fase kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan konsensus luas bahwa sanksi sosial berfungsi sebagai kontrol normatif yang efektif, asalkan diterapkan secara konsisten, adil, dan dengan legitimasi komunitas. Analisis kuantitatif lebih lanjut mengonfirmasi hubungan yang signifikan antara persepsi penerapan sanksi yang konsisten oleh dosen dan pemimpin universitas dan penerimaan sanksi sosial di kalangan populasi kampus. Studi ini menyoroti peran penting dukungan institusi, pendidikan etika, dan partisipasi aktif komunitas dalam memupuk strategi pencegahan kekerasan yang efektif dan berkelanjutan. Rekomendasi praktis menekankan integrasi kurikulum yang digerakkan oleh nilai dan peningkatan keterlibatan komunitas untuk membangun lingkungan institusi yang responsif secara sosial dan adil.

Studi ini menunjukkan bahwa konstruksi dan implementasi sanksi sosial sebagai tindakan pencegahan terhadap kekerasan seksual di kampus pada dasarnya bersifat kolektif dan partisipatif, yang sangat dipengaruhi oleh persepsi komunitas tentang keadilan dan legitimasi institusional.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya integrasi pendidikan komprehensif tentang kekerasan seksual dan literasi etika ke dalam kurikulum universitas.Selain itu, dukungan institusi yang konsisten dan keterlibatan aktif dari semua pemangku kepentingan sangat penting untuk menciptakan budaya toleransi nol terhadap kekerasan seksual.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai jenis sanksi sosial dalam mencegah kekerasan seksual di berbagai konteks budaya dan institusi. Hal ini dapat melibatkan studi komparatif yang membandingkan dampak sanksi formal dan informal, serta mengevaluasi peran norma-norma sosial dan nilai-nilai budaya dalam membentuk persepsi dan penerimaan sanksi. Kedua, penelitian dapat menyelidiki bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran tentang kekerasan seksual dan memfasilitasi pelaporan insiden kekerasan. Hal ini dapat melibatkan pengembangan aplikasi seluler atau platform online yang menyediakan informasi tentang sumber daya dukungan, protokol pelaporan, dan strategi pencegahan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran kepemimpinan dalam mempromosikan budaya kampus yang aman dan inklusif. Hal ini dapat melibatkan studi tentang praktik kepemimpinan yang efektif dalam mencegah kekerasan seksual, serta evaluasi dampak program kepemimpinan yang berfokus pada kesadaran gender dan keadilan sosial. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian di masa depan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang strategi pencegahan kekerasan seksual yang efektif dan berkelanjutan di pendidikan tinggi.

  1. Making sure you're not a bot!. making sure re bot loading seeing set anubis protect server against... doi.org/10.21142/DES-1601-2024-0004Making sure youre not a bot making sure re bot loading seeing set anubis protect server against doi 10 21142 DES 1601 2024 0004
  2. Modeling and Visualization of Group Knowledge Construction based on Cohesion Metrics in Data Inquiry... ieeexplore.ieee.org/document/9499741Modeling and Visualization of Group Knowledge Construction based on Cohesion Metrics in Data Inquiry ieeexplore ieee document 9499741
Read online
File size427.02 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test