UM SURABAYAUM SURABAYA

Proceeding Series Universitas Muhammadiyah SurabayaProceeding Series Universitas Muhammadiyah Surabaya

Masa Pandemi COVID-19 membuat anak usia pra sekolah mengalami banyak kendala pada pemenuhan kebutuhan dasar akibat multifactorial yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan yang kurang optimal. Krisis ekonomi sebelum dan setelah masa pandemic, keterbatasan layanan pemeriksaan saat sakit hingga tutupnya pelayanan Kesehatan dasar rutin. Hal ini terjadi hampir 1 tahun 7 bulan dan masih berjalan. Dampak yang dirasakan oleh orang tua secara langsung dan tidak langsung tentang anak, terutama aspek pertumbuhan yang kurang optimal memerlukan penanganan segera dan intensif agar pertumbuhan anak dapat segera dikejar sehingga dapat menjadi optimal. Stunting merupakan pekerjaan rumah Indonesia menuju SDGS 2020 yang menargetkan angka stunting ditekan untuk generasi yang cerah di masa akan datang. Red flag mengarah pada stunting perlu dikenali agar penanganan segera dapat dilakukan terhadap anak Indonesia.

Malnutrisi pada bayi dan anak yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan ketertinggalan tumbuh kembang seperti stunting dan faltering growth.Deteksi dini gangguan tumbuh kembang dapat dilakukan melalui penyimpangan data antropometri dan milestone sesuai usia anak.Salah satu penatalaksanaan yang efektif adalah pemberian formula bayi tinggi kalori yang terbukti mampu mengatasi malnutrisi ringan hingga berat serta membantu anak mengejar ketertinggalan berat badan.

Pertama, perlu penelitian lanjutan tentang efektivitas skrining mandiri stunting oleh orang tua melalui aplikasi mobile berbasis milestone perkembangan anak di masa pasca-pandemi, untuk mengetahui apakah intervensi digital dapat meningkatkan deteksi dini di rumah. Kedua, penting untuk mengevaluasi dampak program kolaborasi antara posyandu, puskesmas, dan lembaga sosial dalam pemulihan status gizi anak usia bawah tiga tahun selama masa pemulihan pandemi, termasuk sejauh mana intervensi sosial seperti bantuan pangan berdampak pada pertumbuhan anak. Ketiga, perlu kajian mendalam mengenai efektivitas formula tinggi kalori dalam jangka panjang terhadap tumbuh kembang kognitif anak pasca-malnutrisi, untuk memahami apakah pemulihan fisik diikuti dengan pemulihan fungsi otak dan kemampuan belajar. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan studi sebelumnya dengan pendekatan yang lebih holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan terhadap pemulihan tumbuh kembang anak di Indonesia pasca-pandemi.

Read online
File size288.15 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test