UGUG

Journal of Language and LiteratureJournal of Language and Literature

Penelitian ini mengkaji akhiran nominalisasi bahasa Inggris -ation dan -ness dari perspektif semantik kognitif, berfokus pada proses deverbalisasi dan deadjektivalisasi. Tulisan ini membahas kedua akhiran pembentuk nomina abstrak tersebut sebagai objek analisis utama dan menggunakan metode deskriptif-eksplanatori untuk menafsirkan data penelitian, khususnya bagaimana -ation dan -ness berinteraksi dengan makna leksikal dan konseptual dalam pembentukan nomina abstrak. Secara semantik, nomina yang diturunkan dengan -ation biasanya mengungkapkan makna peristiwa yang kompleks atau makna proses, yang sering kali melibatkan struktur argumen dan telisitas yang bergantung pada sifat semantik dari kata dasar verba. Sebaliknya, -ness umumnya membentuk nomina yang menunjukkan kualitas atau keadaan yang abstrak dari kata dasar adjektiva, dan menampilkan interpretasi semantik yang relatif stabil. Analisis ini didukung oleh bukti berbasis korpus dan kerangka klasifikasi semantik yang membedakan penafsiran peristiwa dari penafsiran non-peristiwa dari nomina turunan. Selain itu, penelitian ini memanfaatkan wawasan teoretis dari semantik leksikal dan semantik bingkai (frame semantics) untuk menjelaskan perilaku semantik dari pola derivasional ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua akhiran tersebut menunjukkan proses derivasi produktif yang terkait dengan polisemi dan produktivitas morfologis, dengan hasil semantik yang dipengaruhi oleh kategori gramatikal kata dasar dan pola penggunaan bahasa. Terakhir, tulisan ini menempatkan hasil tersebut ke dalam diskusi yang lebih luas mengenai semantik nominal dan pembentukan kata Bahasa Inggris dan menyoroti implikasinya terhadap pemahaman representasi leksikal-semantik dari kata turunan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa deverbalisasi dan deadjektivalisasi dalam bahasa Inggris, khususnya dengan akhiran -ation dan -ness, merupakan proses derivasi produktif yang terkait dengan polisemi dan produktivitas morfologis.Kedua akhiran ini memengaruhi interpretasi semantik dari nomina turunan, dengan -ation umumnya membentuk nomina yang mengungkapkan makna peristiwa atau proses, sedangkan -ness membentuk nomina yang menunjukkan kualitas atau keadaan abstrak.Analisis berbasis korpus dan kerangka klasifikasi semantik mendukung temuan ini, serta wawasan teoretis dari semantik leksikal dan semantik bingkai.Hasil penelitian ini memiliki implikasi terhadap pemahaman representasi leksikal-semantik dari kata turunan dalam bahasa Inggris.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut pola penggunaan dan frekuensi kata turunan dengan akhiran -ation dan -ness dalam berbagai konteks bahasa Inggris, untuk memahami bagaimana entitas abstrak dan kualitas yang mereka wakili terbentuk dan digunakan dalam komunikasi sehari-hari. (2) Meneliti lebih dalam bagaimana proses deverbalisasi dan deadjektivalisasi memengaruhi pemahaman dan interpretasi pembaca terhadap teks, khususnya dalam konteks akademik dan ilmiah. (3) Mengembangkan model komputasi atau algoritma yang dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasi kata turunan dengan akhiran -ation dan -ness, serta menganalisis pola penggunaan dan makna konseptual mereka dalam korpus besar.

  1. DEVERBALISATION OF -ATION AND DEADJECTIVALISATION OF -NESS IN ENGLISH: A COGNITIVE SEMANTICS PERSPECTIVE... doi.org/10.35760/jll.2026.v14i1.569DEVERBALISATION OF ATION AND DEADJECTIVALISATION OF NESS IN ENGLISH A COGNITIVE SEMANTICS PERSPECTIVE doi 10 35760 jll 2026 v14i1 569
Read online
File size650.66 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test