USUUSU

Mahadi: Indonesia Journal of LawMahadi: Indonesia Journal of Law

Kebijakan tata kelola kerja neoliberal di Australia, Indonesia, dan Inggris telah memperburuk ketimpangan bagi penyandang disabilitas meskipun janji pertumbuhan ekonomi dan kebebasan pribadi. Analisis ini mengungkapkan disparitas upah yang persisten, hambatan struktural, dan marginalisasi yang dihadapi individu dengan disabilitas di bawah kebijakan berorientasi pasar. Di Indonesia, upaya untuk menjamin kesempatan yang sama dalam rekrutmen pelayanan sipil gagal karena kegagalan implementasi dan praktik diskriminatif. Penekanan neoliberal pada efisiensi pasar telah memprioritaskan penghematan biaya, memperpanjang ketimpangan struktural, dan menghambat kesetaraan substansial bagi individu dengan disabilitas. Di Australia, kesenjangan upah yang berlangsung antara pekerja disabilitas dan non-disabilitas menyoroti bias yang telah mengakar dan ketidakadilan sistemik dalam pasar tenaga kerja. Individu dengan disabilitas menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan pekerjaan yang stabil, yang mengakibatkan upah lebih rendah dan peluang karier yang terbatas. Di Inggris, penelitian empiris menyoroti hambatan berkelanjutan terhadap pekerjaan dan upah lebih rendah yang dialami individu dengan disabilitas, diperparah oleh bentuk-bentuk diskriminasi yang bersilangan. Secara keseluruhan, kebijakan neoliberal gagal untuk mengurangi, bahkan memperburuk kondisi individu dengan disabilitas. Mengatasi tantangan ini memerlukan pembongkaran hambatan struktural, promosi kebijakan inklusif, dan memastikan akses yang adil ke lapangan kerja dan sistem dukungan sosial.

Analisis tata kelola kerja neoliberal di Australia, Indonesia, dan Inggris menunjukkan dampak negatif kebijakan berorientasi pasar terhadap penyandang disabilitas.Meskipun neoliberalisme menjanjikan pertumbuhan ekonomi dan kebebasan pribadi, implementasinya justru memperbesar kesenjangan, hambatan struktural, dan marginalisasi.Upaya Indonesia untuk memastikan kesetaraan dalam rekrutmen pegawai negeri sipil gagal karena kegagalan implementasi dan diskriminasi.Fokus neoliberal pada efisiensi pasar memprioritaskan penghematan biaya, memperpanjang ketimpangan struktural, dan menghambat kesetaraan substansial bagi penyandang disabilitas.Di Australia, kesenjangan upah antara pekerja disabilitas dan non-disabilitas menunjukkan bias dan ketidakadilan sistemik.Di Inggris, penelitian empiris mengungkapkan hambatan dan upah lebih rendah bagi penyandang disabilitas, diperparah oleh diskriminasi yang bersilangan.Kesimpulannya, neoliberal workfare governance memperkuat ketimpangan bagi penyandang disabilitas.Perlu dilakukan perubahan menyeluruh untuk membongkar hambatan struktural, mempromosikan kebijakan inklusif, dan memastikan akses yang adil ke lapangan kerja dan sistem dukungan sosial.

Untuk mengatasi tantangan ini, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan strategi inklusif dan adil dalam rekrutmen, penilaian kinerja, dan promosi untuk mengurangi bias dan diskriminasi. Selain itu, penting untuk menganalisis dampak kebijakan neoliberal yang menekankan individualisme dan pendekatan pasar terhadap ketidakamanan ekonomi dan eksklusi sosial yang dialami penyandang disabilitas. Dengan demikian, masyarakat dapat bergerak menuju masa depan yang lebih adil dan setara bagi penyandang disabilitas dengan menantang paradigma neoliberal dan mendorong reformasi inklusif.

Read online
File size366.19 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test