PDMBENGKULUPDMBENGKULU

SENGKUNI Journal (Social Science and Humanities Studies)SENGKUNI Journal (Social Science and Humanities Studies)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi efektif berbasis gender dalam interaksi layanan publik di Kantor Camat Solok Selatan. Layanan publik yang responsif terhadap kesetaraan gender menjadi elemen penting dalam mewujudkan pelayanan yang adil, inklusif, dan berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun aparatur telah menunjukkan sikap ramah dan sopan dalam berinteraksi dengan masyarakat, penerapan komunikasi yang sensitif gender masih belum optimal. Perbedaan pendekatan komunikasi terhadap pengguna layanan laki-laki dan perempuan masih ditemukan, yang mencerminkan adanya bias tidak sadar. Selain itu, belum tersedianya pelatihan formal dan pedoman teknis mengenai komunikasi berbasis gender menjadi kendala utama. Temuan ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan komunikasi inklusif, penyusunan SOP berbasis gender, serta evaluasi layanan yang mempertimbangkan pengalaman dan kebutuhan pengguna dari perspektif gender.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa implementasi komunikasi efektif berbasis gender dalam interaksi layanan publik di Kantor Camat Solok Selatan belum terlaksana secara optimal dan sistematis.Meskipun terdapat praktik-praktik positif seperti keramahan dan kesopanan dalam berkomunikasi, pendekatan aparatur belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek kesetaraan gender.Terdapat kecenderungan perbedaan pola komunikasi terhadap pengguna layanan laki-laki dan perempuan, yang mencerminkan adanya bias tidak sadar (unconscious bias) dalam proses pelayanan.Aparatur cenderung menggunakan gaya komunikasi yang berbeda berdasarkan jenis kelamin, tanpa mempertimbangkan kebutuhan spesifik dan potensi kerentanan sosial yang mungkin dialami oleh pengguna layanan.Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi publik yang efektif tidak cukup hanya mengedepankan etika umum pelayanan, tetapi juga harus responsif terhadap keberagaman gender dan kondisi sosial masyarakat.Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan kapasitas aparatur melalui pelatihan komunikasi berbasis gender, penyusunan pedoman layanan yang inklusif, serta integrasi prinsip kesetaraan gender dalam kebijakan pelayanan publik di tingkat kecamatan.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang responsif gender, perlu dilakukan beberapa langkah strategis. Pertama, penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur melalui pelatihan komunikasi berbasis gender yang komprehensif. Pelatihan ini dapat mencakup pemahaman tentang perbedaan gaya komunikasi antara laki-laki dan perempuan, serta strategi untuk mengatasi bias tidak sadar dalam komunikasi. Kedua, perlu dikembangkan pedoman layanan yang inklusif dan sensitif gender. Pedoman ini harus mencakup standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan terstruktur, serta panduan praktis untuk aparatur dalam berinteraksi dengan pengguna layanan dari berbagai latar belakang gender. Ketiga, evaluasi layanan publik harus mempertimbangkan perspektif gender secara menyeluruh. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui survei dan wawancara mendalam dengan pengguna layanan, serta analisis data yang komprehensif untuk mengidentifikasi kesenjangan dan tantangan dalam pelayanan. Dengan demikian, layanan publik dapat menjadi lebih adil, inklusif, dan berkualitas tinggi, serta mampu memenuhi kebutuhan dan pengalaman pengguna layanan dari berbagai latar belakang gender.

  1. Implementasi Komunikasi Efektif Berbasis Gender dalam Interaksi Layanan Publik di Kantor Camat Kabupaten... doi.org/10.37638/sengkuni.6.1.1-10Implementasi Komunikasi Efektif Berbasis Gender dalam Interaksi Layanan Publik di Kantor Camat Kabupaten doi 10 37638 sengkuni 6 1 1 10
Read online
File size489.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test