UNTARUNTAR

MezaninMezanin

Hotel Indonesia Kempinski merupakan pelopor hotel berbintang pertama di Indonesia dan dibangun oleh Soekarno untuk menyambut Asian Games ke IV di Jakarta. Hotel ini dirancang dengan konsep modern luxury. Untuk menonjolkan identitas hotel ini, diterapkan unsur ragam hias lokal Indonesia seperti batik Jawa sebagai elemen dekoratif dan penunjang estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur budaya Indonesia yang diterapkan pada interior Hotel Indonesia Kempinski. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Lobby, Br n Lounge, dan kamar merupakan fokus dan tampilan utama bagi para pengunjung yang datang ke hotel ini. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan desain yang mengutamakan kebutuhan fungsional ruang dan memberikan kesan unik kedalam ruang sehingga tercipta suasana yang berbeda. Dengan memadukan unsur batik Jawa Tengah, ukiran dan penggunaan furniture kayu jati dan rotan diharapkan dapat menjadi solusi desain pada Hotel Indonesia Kempinski ini. Motif batik megamendung diterapkan pada bed panel kamar, panel dinding lobby dan bar n lounge. Pemilihan penempatan ini dikarenakan batik megamendung yang memiliki motif yang dapat menambahkan rasa tenang dan nyaman. Sedangkan, motif batik kawung diterapkan pada kolom-kolom lobby serta bar n lounge dikarenakan motif ini memiliki repetisi yang cukup intense dan dapat membuat kesan unik tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ragam hias lokal Indonesia dalam interior Hotel Indonesia Kempinski dengan konsep modern luxury menghasilkan perpaduan budaya dan estetika yang menjadi daya tarik unik hotel tersebut.Observasi pada lobby, bar & lounge, serta suite room mengungkapkan penggunaan motif batik megamendung dan kawung serta material kayu jati dan rotan secara efektif menciptakan suasana tenang, nyaman, dan khas.Secara keseluruhan, integrasi elemen budaya Jawa meningkatkan citra hotel sebagai ikon budaya sekaligus meningkatkan nilai kompetitif dalam industri perhotelan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi pengaruh variasi motif batik regional terhadap persepsi kemewahan dan keaslian budaya di antara tamu internasional, sehingga memberikan wawasan tentang preferensi estetika global. Selain itu, studi tentang keberlanjutan penggunaan material alami seperti kayu jati dan rotan dibandingkan dengan alternatif sintetis dapat menilai dampak lingkungan melalui analisis siklus hidup, yang penting untuk strategi hotel ramah lingkungan. Terakhir, pengembangan kerangka pedoman desain yang mengintegrasikan elemen budaya lokal ke dalam hotel modern luxury di berbagai kota Indonesia dapat menguji adaptabilitas konsep serta kepuasan tamu, membantu industri perhotelan menciptakan identitas yang kuat dan kompetitif.

Read online
File size489.61 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test