MAHESA INSTITUTEMAHESA INSTITUTE

Warisan: Journal of History and Cultural HeritageWarisan: Journal of History and Cultural Heritage

Artikel ini menyelidiki upaya Orde Baru untuk membentuk identitas, karakter, dan ingatan kolektif masyarakat melalui Monas dan Museum Ranggawarsita, yang menjadi contoh bagi museum provinsi. Inisiatif untuk mendirikan museum provinsi di Indonesia dimulai pada era Orde Baru, mencerminkan semangat pembangunan dan stabilitas nasional. Museum-museum ini dibangun di ibu kota setiap provinsi, dengan koleksi yang terdiri dari objek-objek dari wilayah masing-masing, termasuk fosil, reruntuhan candi, dan artefak budaya dari komunitas lokal. Tujuan utama museum provinsi adalah untuk mengukuhkan identitas nasional, karakter, dan ingatan kolektif, sehingga memperkuat legitimasi rezim Orde Baru melalui narasi dan tampilan yang diatur sesuai dengan pedoman museum. Analisis menggunakan metode historis yang mencakup empat tahap, dengan heuristik yang melibatkan pemeriksaan data arsip, koran, studi literatur, dan observasi tampilan museum. Kritik diungkapkan dengan membandingkan data yang dikumpulkan dengan informasi kontemporer. Interpretasi dan penulisan adalah tahap akhir dari metode historis. Museum provinsi adalah alat untuk menginstitusionalisasikan sejarah resmi yang disusun oleh pemerintah Orde Baru. Hal ini memiliki implikasi pada ketahanan narasi dan tampilan di museum provinsi hingga akhir era Orde Baru. Selain itu, museum provinsi juga berjuang untuk berinovasi dalam narasi dan tampilan mereka, yang menyebabkan kunjungan yang terbatas dari siswa sekolah dasar.

Museum, sebagai salah satu institusi budaya Indonesia, memainkan peran penting dalam membentuk ingatan kolektif, identitas, dan karakter bangsa.Keberadaan museum, yang tidak hanya menyimpan dan melestarikan objek-objek warisan budaya, menjadikannya signifikan.Ide untuk mendirikan museum di seluruh Indonesia muncul pada tahun 1970 dan direalisasikan melalui program Pelita I-V selama pemerintahan Orde Baru.Museum provinsi ini berfungsi untuk menampilkan warisan budaya bangsa, mewakili wilayah masing-masing, dan berkontribusi pada pengembangan identitas dan karakter nasional.Peran politik museum provinsi kemudian terletak pada membangun ingatan kolektif masyarakat tentang Orde Baru.Museum Ranggawarsita adalah salah satu perwakilan pengaruh Orde Baru dalam membentuk ingatan kolektif di tingkat provinsi, khususnya di Jawa Tengah.Pada skala nasional, ingatan kolektif Orde Baru tercermin dalam diorama Museum Sejarah Nasional di Monumen Nasional.Ingatan kolektif periode Orde Baru tercermin dalam tata letak pameran dan alur narasi, yang menyampaikan semangat stabilitas dan pembangunan yang khas dari era Orde Baru.

Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: . . 1. Menganalisis dampak museum provinsi pada pembentukan identitas dan karakter nasional, serta bagaimana narasi dan tampilan museum tersebut mempengaruhi persepsi masyarakat tentang sejarah dan identitas Indonesia. . . 2. Meneliti bagaimana museum provinsi dapat menjadi ruang untuk dialog dan diskusi kritis tentang sejarah, terutama dalam konteks Orde Baru, dan bagaimana museum dapat mendorong pemahaman yang lebih kompleks tentang masa lalu dan masa kini. . . 3. Mengkaji peran museum provinsi dalam mengkonstruksi dan mereproduksi ingatan kolektif, serta bagaimana museum dapat menjadi tempat untuk menantang dan merefleksikan narasi resmi yang didiktekan oleh rezim Orde Baru. . . Dengan menggabungkan tiga saran ini, penelitian dapat menyelidiki bagaimana museum provinsi berfungsi sebagai wadah untuk membentuk ingatan kolektif, identitas, dan karakter nasional, serta bagaimana museum dapat menjadi ruang untuk dialog dan refleksi kritis tentang sejarah Indonesia.

  1. The Role of Provincial Museums in Shaping Collective Memory during Indonesia's New Order Era, 1990-1998... doi.org/10.34007/warisan.v6i2.2797The Role of Provincial Museums in Shaping Collective Memory during Indonesias New Order Era 1990 1998 doi 10 34007 warisan v6i2 2797
  2. Seven types of forgetting - Paul Connerton, 2008. seven types forgetting paul connerton skip main content... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1750698007083889Seven types of forgetting Paul Connerton 2008 seven types forgetting paul connerton skip main content journals sagepub doi 10 1177 1750698007083889
  3. Collective Memory and Unremembering. collective memory publication dutch east indies record type book... doi.org/10.5117/9789463728744_ch01Collective Memory and Unremembering collective memory publication dutch east indies record type book doi 10 5117 9789463728744 ch01
Read online
File size266.53 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test