POLITEKNIKALISLAMPOLITEKNIKALISLAM

Jurnal Teras KesehatanJurnal Teras Kesehatan

Penelitian ini menunjukkan hubungan pengetahuan gizi orang tua dan praktik pemberian makan mempengaruhi status gizi anak-anak prasekolah di PAUD SAI AN-NAIM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan 66 orang tua dari anak-anak prasekolah berusia 3 sampai 6 tahun dengan total sampling. Analisa statistik menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan 47,0% orang tua memiliki pemahaman gizi yang baik namun penerapan praktik pemberian makan yang tepat hanya terjadi pada 28,8% kasus. Di antara anak-anak yang dinilai status gizinya berdasarkan berat badan menurut standar tinggi badan, 56,1% memiliki berat badan normal, sementara 22,7% termasuk dalam kategori berat badan kurang, dan 21,2% dalam kategori sebagai berat badan berlebih. Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan gizi orang tua dengan status gizi anak-anak mereka (p=0.265). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara praktik pemberian makan dan status gizi anak prasekolah, meskipun tingkat pengetahuan gizi orang tua tidak berkorelasi secara statistik. Praktik pemberian makan memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan hasil uji Chi-square dengan nilai p sebesar 0.042, menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang gizi dan bagaimana mereka menerapkannya dalam praktik.

Praktik pemberian makan orang tua berhubungan signifikan dengan status gizi anak, sedangkan pengetahuan gizi orang tua tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan status gizi anak.Pengetahuan tanpa implementasi nyata tidak cukup untuk memperbaiki status gizi anak usia dini.Oleh karena itu, strategi peningkatan gizi anak harus fokus tidak hanya pada edukasi, melainkan juga pada pembinaan keterampilan praktik makan sehat di lingkungan keluarga.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efektivitas program intervensi perilaku yang disesuaikan untuk meningkatkan praktik pemberian makan orang tua di komunitas berpendapatan rendah, dengan mengukur perubahan perilaku dan dampaknya terhadap status gizi anak. Selanjutnya, studi campuran dapat mengeksplorasi pengaruh norma budaya makanan dan faktor sosio‑ekonomi terhadap kesenjangan antara pengetahuan gizi dan praktik pemberian makan, guna mengidentifikasi hambatan kontekstual yang mempengaruhi penerapan pengetahuan. Terakhir, penelitian longitudinal selama dua tahun dapat menilai dampak pelatihan praktis pemberian makan pada pertumbuhan anak prasekolah, termasuk perubahan indeks berat badan‑tinggi badan dan kejadian gizi kurang atau berlebih, untuk menentukan keberlanjutan manfaat intervensi tersebut.

  1. Proses Adaptasi Perilaku Personal hygiene Pada Anak Usia Dini | santoso | PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam... journal.upgris.ac.id/index.php/paudia/article/view/11519Proses Adaptasi Perilaku Personal hygiene Pada Anak Usia Dini santoso PAUDIA Jurnal Penelitian dalam journal upgris ac index php paudia article view 11519
  2. Socio-Cultural Study of Nutrition in Families of Stunted Toddlers in Coastal Communities in Jember Regency... e-journal.unair.ac.id/PROMKES/article/view/51858Socio Cultural Study of Nutrition in Families of Stunted Toddlers in Coastal Communities in Jember Regency e journal unair ac PROMKES article view 51858
  3. Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Orangtua dan Praktik Pemberian Makan Terhadap Status Gizi Anak Usia... doi.org/10.38215/gjv4zm69Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Orangtua dan Praktik Pemberian Makan Terhadap Status Gizi Anak Usia doi 10 38215 gjv4zm69
  4. Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Orangtua dan Praktik Pemberian Makan Terhadap Status Gizi Anak Usia... doi.org/10.38215/gjv4zm69Pengaruh Tingkat Pengetahuan Gizi Orangtua dan Praktik Pemberian Makan Terhadap Status Gizi Anak Usia doi 10 38215 gjv4zm69
Read online
File size878.88 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test