STAIN MADINASTAIN MADINA

EL-AHLI : JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAMEL-AHLI : JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM

Peningkatan angka perceraian di Indonesia berimplikasi serius terhadap pemenuhan hak anak, khususnya pada aspek psikologis yang sering terabaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perlindungan hukum bagi anak, dengan fokus pada kebutuhan psikologis dan prinsip the best interest of the child, dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif melalui pendekatan perundang-undangan (statute approach), konseptual (conceptual approach), dan analisis perspektif hukum Islam terkait hadhanah dan nafkah anak. Data bersumber dari regulasi, literatur, dan dokumen perkara. Hasil penelitian telah merujuk pada ketentuan perlindungan anak (seperti dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014), pertimbangan terhadap aspek psikologis anak masih bersifat deklaratif dan belum substantif dalam putusan. Hambatan utamanya mencakup pemahaman hakim tentang dinamika psikologi keluarga yang terbatas, minimnya dukungan layanan konseling di lingkungan pengadilan, serta rendahnya kesadaran orang tua. Disimpulkan bahwa diperlukan penguatan baik dari sisi regulasi maupun praktik peradilan pasca perceraian.

The psychological protection of children after divorce, under both Islamic law and positive law, positions the best interest of the child as the primary guiding principle.Islamic law, through the concept of ḥaḍānah, establishes that custody must be entrusted to the party most capable of ensuring the childs safety, affection, and emotional stability—typically the mother, insofar as she fulfills moral and caregiving qualifications.This principle aligns with Article 105 of the Compilation of Islamic Law (KHI) and is reinforced by Law No.35 of 2014 on Child Protection, which mandates the state, family, and society to guarantee the fulfillment of childrens physical, mental, and social rights.The findings further indicate that the psychological impact of divorce on children is significant, ranging from emotional disturbances and behavioral problems to heightened vulnerability to trauma.Accordingly, strengthening post-divorce caregiving systems becomes a central and urgent necessity.This research contributes to the development of Islamic family law by demonstrating the importance of harmonizing classical fiqh norms on ḥaḍānah, the provisions of the KHI, and the child-protection principles embedded in Law No.Such integration offers a comprehensive framework for religious courts in adjudicating custody cases, particularly in relation to the psychological needs of children—an aspect that has often received limited consideration in judicial practice.

Untuk memperkuat perlindungan anak pasca perceraian, diperlukan penguatan regulasi dan praktik peradilan. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan pendidikan hukum bagi masyarakat tentang hak-hak anak pasca perceraian, penegakan hukum yang konsisten dan tegas terhadap pelanggaran hak-hak anak, serta penguatan koordinasi antar institusi, termasuk kerja sama antara lembaga perlindungan anak, penegak hukum, dan pemimpin masyarakat. Selain itu, penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak psikologis jangka panjang yang dapat ditimbulkan oleh perceraian terhadap anak-anak. Anak-anak adalah aset berharga bagi bangsa, dan tidak ada yang dapat memprediksi seberapa besar generasi mendatang akan berkontribusi terhadap perkembangan negara. Oleh karena itu, negara dengan tegas mengecam semua tindakan yang dapat menghambat atau memperburuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

  1. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERABAIAN HAK-HAK ANAK PASCAPERCERAIAN | Jurnal Ius Constituendum. faktor penyebab... journals.usm.ac.id/index.php/jic/article/view/3282FAKTOR FAKTOR PENYEBAB KETERABAIAN HAK HAK ANAK PASCAPERCERAIAN Jurnal Ius Constituendum faktor penyebab journals usm ac index php jic article view 3282
  2. DIALEKTIKA PERLINDUNGAN HUKUM BAGI GURU DALAM MENDISIPLINKAN SISWA DI SEKOLAH | Indonesian Journal of... doi.org/10.31000/ijlp.v1i1.2634DIALEKTIKA PERLINDUNGAN HUKUM BAGI GURU DALAM MENDISIPLINKAN SISWA DI SEKOLAH Indonesian Journal of doi 10 31000 ijlp v1i1 2634
  3. Akibat Yang Ditimbulkan Dari Adanya Perselisihan Dan Pertengkaran Terus Menerus Dalam Rumah Tangga |... doi.org/10.62383/humif.v1i3.323Akibat Yang Ditimbulkan Dari Adanya Perselisihan Dan Pertengkaran Terus Menerus Dalam Rumah Tangga doi 10 62383 humif v1i3 323
Read online
File size304.69 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test