UNTARUNTAR

MezaninMezanin

Seiring dengan perkembangan ekonomi dan zaman, dewasa ini keberadaan hotel bisnis atau city hotel di kota-kota besar telah menjadi sebuah kebutuhan bagi keberlangsungan kegiatan penunjang sebuah bisnis dan sebagai akomodasi penginapan bagi wisatawan. Pullman Jakarta Central Park merupakan salah satu hotel bisnis berbintang 5 dibawah naungan AccorHotels yang terletak di kawasan strategis dekat pusat perbelanjaan, pendidikan, dan perkantoran yaitu Grogol, Jakarta Pusat yang memiliki potensi dalam menarik perhatian pengunjung. Namun, terdapat sebuah permasalahan yang terjadi, dimana tak jarang hiruk pikuk kota yang sibuk seperti Jakarta dengan minimnya lahan hijau, turut menambah tingkat stress dalam menjalankan tuntutan-tuntutan bisnis. Sehingga, sebagai penyedia akomodasi, diperlukan sebuah terobosan bagi penginapan-penginapan untuk mulai memberikan suasana dan pengalaman yang berbeda serta meningkatkan nilai jualnya tanpa perlu menghilangkan fasilitas-fasilitas yang efisien dan fungsional sesuai klasifikasi dan kebutuhannya. Mengacu pada permasalahan tersebut, perancangan hotel Pullman Jakarta Central Park yang akan disusun melalui metode perancangan yang dipelopori oleh Rosemary Kilmer dan W. Otie Kilmer dalam bukunya yang berjudul Designing Interiors ini akan membahas bagaimana sebuah city hotel atau hotel bisnis di pusat kota dapat memfungsikan desain interior dalam aspeknya yang terkait estetika, kenyamanan, dan fungsionalitas sebagai peranan penting bagi sebuah hotel dalam menyajikan pengalaman menginap yang berbeda, seperti layaknya berada di sebuah penginapan wisata yang asri, tentram, dan terasa jauh dari kesibukan kota; namun, di saat yang bersamaan tetap memenuhi kebutuhan aktivitas dari sejatinya hotel itu sendiri.

Dengan implementasi konsep Lavished in Enchanting Nature, penulis dapat memberikan pemecahan masalah terkait kekurangan-kekurangan yang terdapat pada desain eksisting, seperti melakukan eksplorasi bentuk, material, dan warna agar tidak menimbulkan rasa bosan dan jenuh dari desain yang monoton.Dengan penerapan konsep yang bertemakan tanaman atau sesuatu yang alami, penulis juga mampu menciptakan suasana ruang dengan warna yang menenangkan dan berunsur dekat dengan alam dalam komposisi analogous dan monokromatik earthy tones (hijau dan coklat).

Penelitian selanjutnya dapat menguji sejauh mana konsep “Lavished in Enchanting Nature benar‑benar mengurangi tingkat stres tamu hotel dengan melakukan studi eksperimental yang membandingkan respons fisiologis dan psikologis antara tamu yang menginap di kamar yang diterapkan konsep tersebut dengan tamu di kamar standar, serta memperhitungkan variabel demografis dan durasi menginap untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang efek relaksasi. Selain itu, diperlukan analisis biaya‑manfaat serta evaluasi keberlanjutan material alami yang digunakan, seperti kayu solid, marmer, dan logam mulia, sehingga dapat diketahui apakah penggunaan material tersebut menawarkan nilai ekonomi dan lingkungan yang lebih baik dibandingkan material konvensional yang umum dipakai dalam industri perhotelan. Selanjutnya, penelitian dapat memperluas penerapan konsep ini ke tipe hotel lain, misalnya hotel butik atau resort di daerah tropis, untuk menilai adaptabilitas estetika dan fungsi desain dalam konteks budaya dan iklim yang berbeda, dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menilai kepuasan tamu, dampak lingkungan, dan potensi replikabilitas konsep pada skala yang lebih luas.

Read online
File size436.22 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test