JURNALPOLTEKKESMALUKUJURNALPOLTEKKESMALUKU

JKTJKT

Pemantauan jentik secara rutin merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penularan DBD di Kota Tanjungpinang. Selama ini juru pemantau jentik (Jumantik) yang merupakan kader kesehatan menjadi petugas yang diandalkan dalam pemantauan rutin jentik Aedes. Jumlah Jumantik yang terbatas maka sangat diperlukan partisipasi dari masyarakat itu sendiri. Salah satu upaya meningkatkan partisipasi serta kemudahan dalam pengumpulan data adalah menggunakan pendekatan teknologi informasi. Sehingga, ada kebutuhan untuk inovasi dan pembuatan aplikasi berbasis android dan web untuk meningkatkan pengawasan entomologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi android untuk memantau kondisi kesehatan lingkungan di pemukiman dalam mendukung program pengendalian Demam Berdarah Dengue di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian dan pengembangan dengan pendekatan metode prototyping. Data dikumpulkan dari wawancara dan telaah dokumen. Data tersebut digunakan sebagai dasar pembuatan prototype aplikasi, yang akan dicoba melihat kekurangannya kemudian direvisi menggunakan kuesioner dan wawancara. Penelitian berhasil mengembangkan model pelaporan pemantauan jentik nyamuk menggunakan sistem berbasis android dan web, dengan nama aplikasi android CIBERNATIK ver 2.0. Pengguna dapat mengimplementasikan aplikasi secara efektif, CIBERNATIK 2.0 tidak hanya berperan sebagai alat pengumpulan data tetapi menawarkan keunggulan dalam integrasi data analitik dengan visualisasi indikator entomologi yang lebih terperinci. Namun diperlukan riset terkait kesiapan kebijakan lebih lanjut untuk mengintegrasikannya ke dalam program Dinas Kesehatan. Aplikasi ini berfungsi sebagai database informasi kepadatan larva secara real-time dan mudah diakses. Selain itu, berfungsi sebagai sistem peringatan dini pengendalian DBD di Kota Tanjungpinang.

0 telah berhasil diimplementasikan dengan merancang aplikasi dan web dashboard, dengan menggunakan kajian kebutuhan data dan informasi secara komprehensif.0 tidak hanya berperan sebagai alat pengumpulan data, tetapi juga sebagai media pembelajaran interaktif yang dapat berpotensi meningkatkan efektivitas program pengendalian DBD secara berkelanjutan.0 menawarkan keunggulan dalam integrasi data analitik dengan visualisasi indikator entomologi yang lebih terperinci.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa ide berikut: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menilai kesiapan kebijakan dan integrasi aplikasi CIBERNATIK 2.0 ke dalam program Dinas Kesehatan. Penelitian ini akan membantu memastikan bahwa aplikasi dapat dengan lancar diimplementasikan dan dimanfaatkan secara optimal oleh pihak-pihak terkait. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi komunikasi dan edukasi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pengendalian DBD. Strategi ini dapat mencakup penggunaan media sosial, kampanye publik, atau bahkan kolaborasi dengan tokoh masyarakat setempat. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi lain, seperti Internet of Things (IoT) atau Artificial Intelligence (AI), dalam meningkatkan efektivitas pengendalian DBD. Misalnya, dengan menggunakan sensor IoT untuk memantau lingkungan dan mendeteksi keberadaan jentik secara otomatis, atau menerapkan algoritma AI untuk menganalisis data dan memprediksi wabah DBD.

Read online
File size604.78 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test