IAIDAIAIDA

LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatLOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Penguatan karakter religius pada anak usia sekolah dasar merupakan aspek fundamental dalam pembentukan kepribadian, moral, dan sikap sosial sejak usia dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan serta menerapkan metode penguatan karakter religius bagi siswa di TPA Raudatussalam, serta mengidentifikasi faktor‑faktor pendukung dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penguatan karakter religius di TPA Raudatussalam dilaksanakan melalui penanaman nilai‑nilai religius dalam aktivitas sekolah sehari‑hari, perilaku religius guru yang menjadi contoh, dan integrasi nilai religius ke dalam proses pembelajaran serta kegiatan non‑akademik. Faktor‑faktor pendukung utama meliputi komitmen pendidik, lingkungan TPA yang kondusif, serta keterlibatan orang tua dalam pengembangan karakter siswa. Kendala yang diidentifikasi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan perbedaan latar belakang religius siswa. Dalam proses implementasi tersebut, penguatan karakter religius dapat efektif apabila dilaksanakan secara konsisten dan terintegrasi antara sekolah, keluarga, serta lingkungan sosial.

Penguatan karakter religius di TPA Raudhatussalam berhasil dilaksanakan secara terintegrasi dengan pendekatan pembelajaran tematik, pembiasaan keagamaan, dan keteladanan guru, yang menghasilkan internalisasi nilai iman, takwa, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial secara bertahap.Lingkungan sekolah yang kondusif serta budaya sekolah yang mendukung memperkuat keberhasilan program, meskipun terdapat hambatan berupa perbedaan latar belakang keluarga, variasi tingkat pemahaman religius, dan keterbatasan waktu pembelajaran.Hambatan tersebut dapat diatasi melalui pendampingan berkelanjutan oleh guru dan kerja sama antara sekolah dan orang tua, sehingga pendekatan tematik terbukti efektif dan berpotensi untuk pengembangan lebih luas dalam pembentukan karakter berakhlak mulia.

Saran penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada: (1) bagaimana pengaruh jangka panjang penerapan pendekatan tematik religius terhadap perkembangan moral dan sosial anak, sehingga dapat dirumuskan sebagai pertanyaan penelitian “Apakah penerapan pendekatan tematik religius selama tiga tahun dapat meningkatkan nilai moral dan sikap sosial anak secara signifikan dibandingkan dengan metode konvensional?. (2) penelitian eksperimental yang menguji strategi pengelolaan waktu pembelajaran untuk mengatasi keterbatasan jam pelajaran, misalnya dengan meneliti “Bagaimana integrasi modul religius singkat dalam jam pelajaran inti memengaruhi efektivitas penguatan karakter tanpa mengurangi materi inti?. (3) studi komparatif antar‑TPA dengan latar belakang religius siswa yang beragam untuk mengevaluasi adaptasi kurikulum, sehingga pertanyaan “Apakah penyesuaian kurikulum berbasis kebudayaan lokal dapat mengurangi perbedaan pemahaman religius dan meningkatkan partisipasi siswa? dapat dijawab. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pendidik, memperluas implementasi program, dan menjawab hambatan yang masih ada.

Read online
File size9.37 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test