UNMUSUNMUS

Musamus Law ReviewMusamus Law Review

Studi ini mengeksaminasi bagaimana prinsip hukum prosedur yang adil dikonseptualisasikan dan diimplementasikan dalam penyelidikan polisi di dalam sistem peradilan pidana terpadu Makassar. Dengan pendekatan kualitatif dan interpretatif, penelitian ini menggabungkan wawancara dan analisis dokumen untuk memperoleh perspektif dari penyidik, jaksa, dan hakim. Temuan menunjukkan pemahaman holistik tentang prosedur hukum yang adil yang mencakup keadilan prosedural dan substantif, tercermin dalam perlakuan non-diskriminatif dan pengawasan judicial melalui tinjauan pra-peradilan. Implementasi dianggap cukup baik, tetapi masih menghadapi tantangan praktis seperti pengembalian berulang berkas kasus, tekanan sosial-psikologis dalam mengelola harapan pihak terkait, dan adopsi yang tidak merata sistem digital (manajemen kasus elektronik, tautan pengadilan elektronik, dan SPPT). Fraksi ini membatasi konsistensi, transparansi, dan ketepatan waktu dalam penyelidikan. Artikel ini mengusulkan perbaikan operasional, organisasional, dan normatif, termasuk standarisasi protokol antar lembaga, audit kinerja dan kepatuhan hak, pembangunan kapasitas alur kerja digital, serta tata kelola data yang terpadu untuk memperkuat akuntabilitas. Secara keseluruhan, integrasi prosedur hukum yang adil dalam rutinitas penyelidikan dan interface antar lembaga tetap penting untuk sistem peradilan pidana yang adil dan tepercaya.

Implementasi prinsip hukum prosedur yang adil dalam penyelidikan polisi di Makassar telah berjalan relatif baik, tetapi masih menghadapi tantangan seperti ketidaksejajaran koordinasi antar lembaga, tekanan sosial-psikologis, dan adopsi sistem digital yang tidak merata.Konsistensi dan transparansi dalam penyelidikan dipengaruhi oleh fraksi operasional dan keterbatasan teknologi.Untuk meningkatkan akuntabilitas, diperlukan standarisasi protokol antar lembaga, audit kepatuhan hak, serta pembangunan kapasitas digital yang lebih menyeluruh.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi dampak perbaikan ini pada kualitas penegakan hukum.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh koordinasi antar lembaga terhadap pelaksanaan hukum prosedur yang adil di Makassar, dengan mengevaluasi mekanisme pencegahan kesalahan prosedural melalui audit digital. Selain itu, studi tentang dampak tekanan sosial-psikologis terhadap keputusan penyidik dalam menangani kasus kompleks dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, penelitian tentang efektivitas sistem e-justice dalam meningkatkan transparansi dan kecepatan proses penyelidikan, terutama dalam mengatasi hambatan teknis dan ketidakmerataan akses teknologi, sangat diperlukan.

  1. The Investigator’s Actions to Compensate for the Harm Caused by the Crime in Determining the Form... doi.org/10.15408/jch.v11i2.34006The InvestigatorAos Actions to Compensate for the Harm Caused by the Crime in Determining the Form doi 10 15408 jch v11i2 34006
  2. HANDLING CRIMINAL ACTIONS COMMITTED BY CHILDREN THROUGH A RESTORATIVE JUSTICE APPROACH | Journal of Law... doi.org/10.55908/sdgs.v12i2.2604HANDLING CRIMINAL ACTIONS COMMITTED BY CHILDREN THROUGH A RESTORATIVE JUSTICE APPROACH Journal of Law doi 10 55908 sdgs v12i2 2604
  3. DUE PROCESS MODEL DAN RESTORATIVE JUSTICE DI INDONESIA: SUATU TELAAH KONSEPTUAL | Jurnal Hukum Pidana... doi.org/10.51370/jhpk.v1i1.5DUE PROCESS MODEL DAN RESTORATIVE JUSTICE DI INDONESIA SUATU TELAAH KONSEPTUAL Jurnal Hukum Pidana doi 10 51370 jhpk v1i1 5
Read online
File size344.67 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test