JSSSJSSS

Journal of Social ScienceJournal of Social Science

Keberhasilan sebuah universitas dipengaruhi oleh pelaksanaan pengukuran kinerja. Kinerja universitas dapat dilihat dalam dimensi keuangan dan non‑keuangan. Salah satu indikator yang paling banyak digunakan untuk menentukan keberhasilan universitas adalah dimensi riset, namun peringkat yang berbasis riset tidak mencerminkan kualitas keseluruhan universitas, khususnya dalam bidang pengajaran. Oleh karena itu, diperlukan pengukuran kinerja yang dapat menilai beberapa dimensi secara bersamaan, salah satunya adalah pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Dengan penerapan pengukuran kinerja yang tepat, dapat tercipta perbaikan di semua bidang yang mengarah pada tercapainya Good University Governance. Literatur ini menyajikan informasi mengenai indikator dan metode pengukuran kinerja di universitas, serta menjelaskan kendala utama seperti kurangnya pemahaman tujuan sistem serta tekanan eksternal dan perbedaan budaya internal yang menghambat pelaksanaan pengukuran kinerja.

Keberhasilan sebuah universitas dipengaruhi oleh pemilihan metode dan indikator pengukuran kinerja yang digunakan.Kendati indikator non‑keuangan, khususnya dimensi riset, sering menjadi fokus, hal ini menyebabkan universitas terlalu terobsesi pada penelitian dan peringkat sehingga mengabaikan pengembangan proses pembelajaran.heterogenitas tiap universitas serta tekanan eksternal pada penetapan target juga menghambat pelaksanaan pengukuran kinerja yang efektif.Oleh karena itu, pengukuran kinerja yang tepat dapat meningkatkan semua aspek dan menghasilkan good university governance, serta diperlukan penelitian lanjutan yang menawarkan metode pengukuran yang dapat diterapkan secara simultan pada universitas dengan beragam karakter geografis, pendanaan, dan budaya.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana perbedaan budaya memengaruhi efektivitas implementasi Balanced Scorecard pada universitas di berbagai wilayah Indonesia, dengan mengidentifikasi faktor-faktor budaya yang menjadi penghalang atau pendorong keberhasilan. Selanjutnya, penting untuk mengembangkan dan menguji kerangka pengukuran kinerja multidimensi yang mengintegrasikan riset, pengajaran, dan dampak sosial, serta mengevaluasi penerapannya pada universitas negeri dan swasta untuk menilai kesesuaian dan adaptabilitasnya. Terakhir, sebuah studi kasus longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak pengukuran kinerja terhadap motivasi dosen dan hasil belajar mahasiswa, sambil mengidentifikasi variabel perantara yang menjelaskan hubungan tersebut, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang kontribusi pengukuran kinerja terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Read online
File size327.56 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test