UGMUGM

Jurnal Kesehatan VokasionalJurnal Kesehatan Vokasional

Latar Belakang: Literasi penting bagi siswa sebagai generasi penerus untuk berkontribusi membangun masa depan bangsa. Seiring dengan perkembangan teknologi, literasi dapat dilakukan secara digital. Kondisi demografis turut memengaruhi pemanfaatan teknologi digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan literasi digital remaja di lokasi sekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif dengan pendekatan potong lintang yang melibatkan 320 responden siswa SMP berusia 12-14 tahun yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Keterampilan literasi remaja diukur menggunakan instrumen literasi digital. Instrumen ini sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan keterampilan literasi digital antara siswa SMP di perkotaan dan pedesaan. Berdasarkan komponen penyusunnya, hanya kemampuan memilih dan memperoleh informasi yang membedakannya. Kesimpulan: Diperlukan intervensi dan kebijakan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Penelitian ini mengidentifikasi perbedaan kemampuan literasi digital siswa SMP di perkotaan dan pedesaan, dengan disparitas utama terletak pada kemampuan memilih dan memperoleh informasi.Meskipun demikian, persentase kemampuan literasi digital yang baik pada siswa di kedua wilayah masih relatif rendah, di mana komunikasi menjadi kemampuan paling unggul diikuti kreativitas dan pemahaman sosio-kultural.Sebaliknya, kemampuan fungsional dan kolaboratif merupakan aspek yang paling jarang dikuasai oleh remaja.

Melihat adanya perbedaan kemampuan literasi digital siswa SMP antara perkotaan dan pedesaan, khususnya dalam memilih dan memperoleh informasi, penelitian selanjutnya perlu menggali lebih dalam faktor-faktor penyebab disparitas ini secara kualitatif. Studi dapat mengeksplorasi bagaimana kualitas infrastruktur digital sekolah, pelatihan guru, akses ke sumber belajar daring yang bervariasi, serta dukungan keluarga dan komunitas memengaruhi perkembangan keterampilan informasi di kedua lingkungan, demi merancang intervensi pendidikan yang lebih adaptif. Selain itu, mengingat rendahnya penguasaan siswa terhadap kemampuan fungsional dan kolaboratif, studi lanjutan harus fokus pada pengembangan dan evaluasi model kurikulum atau program pelatihan inovatif. Pertanyaan penelitian dapat diarahkan pada bagaimana pendekatan pedagogis berbasis proyek atau aktivitas kolaboratif yang didukung teknologi secara efektif meningkatkan keterampilan manajemen file, pengolahan data, dan kerja sama daring pada remaja. Terakhir, sangat penting untuk melakukan penelitian longitudinal yang mengkaji dampak jangka panjang kebijakan zonasi dan pengalaman pembelajaran daring selama pandemi terhadap pemerataan literasi digital. Studi ini akan membantu mengidentifikasi apakah pemerataan yang terjadi bersifat sementara atau permanen, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang berkelanjutan untuk memastikan peningkatan literasi digital yang merata bagi seluruh siswa.

  1. A Comparative Study of Digital Literacy Abilities of Junior High School Students in Urban and Rural Areas... doi.org/10.22146/jkesvo.112798A Comparative Study of Digital Literacy Abilities of Junior High School Students in Urban and Rural Areas doi 10 22146 jkesvo 112798
Read online
File size791.59 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test