UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Pendahuluan – Psikosis onset lambat merupakan gangguan yang sudah dikenal namun masih kurang dipahami, dan semakin menjadi masalah signifikan pada pasien geriatrik. Tidak ada informasi jelas apakah psikosis ini muncul pertama kali pada usia tersebut. Meskipun sering tidak terdiagnosis, psikosis onset lambat merespon pengobatan dengan baik. Delusi yang aneh dan bersifat penganiaya merupakan gejala khas skizofrenia onset lambat. Metode – Dilaporkan kasus seorang wanita berusia 67 tahun yang datang ke Unit Gawat Darurat Psikiatri dengan keluhan pikiran penganiaya, halusinasi auditorik, dan gangguan kognitif ringan. Hasil – Laporan kasus ini mengeksplorasi proses diagnostik serta pilihan pengobatan untuk psikosis mirip skizofrenia sangat late-onset, termasuk pendekatan non‑farmakologis dan farmakologis. Diskusi – Gejala psikotik pada lansia dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis umum; oleh karena itu penting untuk menyingkirkan delirium, demensia, gangguan terkait zat, gangguan delusi, dan gangguan disosiatif sebelum menegakkan diagnosis psikosis onset lambat. Diagnosis dan penanganan psikosis onset lambat tetap menantang, dengan terapi non‑farmakologis sebagai pilihan pertama, meliputi edukasi pasien dan keluarga serta terapi perilaku kognitif (CBT). Kesimpulan – Pengamatan dan pendekatan yang cermat diperlukan untuk menegakkan diagnosis etiologis psikosis onset lambat, serta pemantauan efek samping dan efektivitas pengobatan secara rutin.

Psikosis onset lambat dapat disebabkan oleh penyakit medis sistemik, gangguan neurodegeneratif, dan penyalahgunaan zat.oleh karena itu dokter harus melakukan riwayat lengkap, pemeriksaan fisik, serta pemantauan laboratorium dan neuroimaging untuk menentukan etiologi.Pengobatan harus dimulai dengan dosis antipsikotik terendah yang efektif, sambil memantau efek samping secara ketat, dan dapat diperkaya dengan inhibitor antikolinesterase, mengingat defisit kognitif, isolasi sosial, dan gangguan sensorik meningkatkan risiko psikosis pada lansia.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor‑faktor ini dan meningkatkan strategi penanganan pada pasien psikosis onset lambat.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efektivitas jangka panjang terapi non‑farmakologis seperti terapi perilaku kognitif pada pasien lansia dengan psikosis onset lambat, khususnya dalam mengurangi gejala positif dan meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan; selanjutnya, studi observasional dapat mengevaluasi peran inhibitor antikolinesterase sebagai tambahan terapi antipsikotik untuk memperbaiki defisit kognitif pada populasi ini, dengan menilai hasil klinis dan efek sampingnya; terakhir, penelitian berbasis kohort dapat mengidentifikasi biomarker neuroimaging atau neuropsikologis yang membedakan antara psikosis onset lambat dan demensia awal, guna memperbaiki akurasi diagnosis dan menyesuaikan intervensi yang tepat.

  1. A chart review study of late-onset and early-onset schizophrenia | American Journal of Psychiatry. chart... doi.org/10.1176/ajp.146.12.1568A chart review study of late onset and early onset schizophrenia American Journal of Psychiatry chart doi 10 1176 ajp 146 12 1568
Read online
File size399.19 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test