EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO

Seminar Nasional Teknik SipilSeminar Nasional Teknik Sipil

Pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan akan beton meningkat. Kebutuhan beton yang meningkat menyebabkan produksi semen juga meningkat, akibatnya emisi gas karbondioksida (CO2) semakin tinggi. Hal tersebut dapat merusak lingkungan hidup diantaranya menyebabkan pemanasan global. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan memproduksi beton geopolimer yang merupakan beton yang tidak menggunakan semen sebagai bahan dasar, tetapi menggunakan bahan pozzolan contohnya fly ash. Pembuatan binder geopolimer umumnya menggunakan metode pencampuran basah, yaitu menggunakan bahan pozzolan dan larutan alkali aktivator dengan komposisi perbandingan molaritas kimia tertentu. Larutan alkali berfungsi sebagai pengaktif reaksi polimerisasi dari unsur Al dan Si pada fly ash. Pada penelitian ini digunakan Na2SO4 dan Na2SiO3 sebagai aktivatornya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat tekan beton geopolimer berbasis fly ash dengan Na2SO4 dan Na2SiO3 sebagai aktivator pada umur 7 hari dan 28 hari dan juga mendapatkan variasi optimum penggunaan fly ash dengan aktivator Na2SO4 dan Na2SiO3 pada beton geopolimer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membuat benda uji beton geopolimer berbentuk silinder dengan ukuran 10 x 20 cm dan akan dilakukan pengujian kuat tekan pada umur 7 dan 28 hari. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan, nilai rata-rata kuat tekan beton dengan umur 7 hari pada variasi 4 M sebesar 0.932 MPa, sedangkan variasi 6 M sebesar 11.934 MPa, dan variasi 8 M sebesar 6.274 MPa. Sedangkan nilai rata-rata kuat tekan beton dengan umur 28 hari pada variasi 4 M sebesar 4.951 MPa, sedangkan variasi 6 M sebesar 40.185 MPa, dan variasi 8 M sebesar 27.099 MPa. Variasi optimum berada pada beton geopolimer dengan konsentrasi molaritas 6 M pada umur 28 hari dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 40.185 MPa.

Penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton geopolimer meningkat seiring umur, dengan nilai rata-rata pada 7 hari berkisar 0.934 MPa tergantung konsentrasi molaritas, dan pada 28 hari mencapai 4.Konsentrasi molaritas 6 M pada umur 28 hari memberikan kekuatan optimum, dengan rata‑rata 40.Oleh karena itu, penggunaan aktivator Na2SO4 dan Na2SiO3 pada molaritas 6 M merupakan kondisi paling efisien untuk menghasilkan beton geopolimer dengan kekuatan tekan tinggi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh aktivator alkali alternatif, seperti larutan NaOH atau potassium silikat, terhadap kuat tekan dan ketahanan jangka panjang beton geopolimer berbasis fly ash, sehingga dapat dibandingkan dengan kombinasi Na2SO4‑Na2SiO3 yang digunakan pada studi ini. Selain itu, diperlukan studi durabilitas yang menilai perilaku beton geopolimer pada umur lebih dari satu tahun terhadap aksi sulfat, karbonasi, dan siklus pembekuan‑pencairan, guna memastikan kehandalan struktural dalam kondisi lingkungan nyata. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan bahan pozzolan hybrid, misalnya mencampurkan fly ash dengan abu sekam padi atau slag, untuk mengurangi kebutuhan dosis aktivator kimia serta menurunkan biaya produksi, sambil mempertahankan atau meningkatkan nilai kuat tekan optimum yang telah dicapai pada konsentrasi 6 M. Ketiga arah studi tersebut akan memperluas pengetahuan tentang optimalisasi material, meningkatkan keberlanjutan, dan memberikan dasar yang kuat bagi implementasi beton geopolimer pada proyek‑proyek infrastruktur skala besar.

  1. Pemanfaatan Lumpur Sidoarjo dan Fly Ash Sebagai Material Buatan Berbasis Pasta Berdasarkan Nilai Kuat... iptek.its.ac.id/index.php/jats/article/view/8444Pemanfaatan Lumpur Sidoarjo dan Fly Ash Sebagai Material Buatan Berbasis Pasta Berdasarkan Nilai Kuat iptek its ac index php jats article view 8444
Read online
File size345.33 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test