SRIWIJAYASURGERYSRIWIJAYASURGERY
Sriwijaya Journal of SurgerySriwijaya Journal of SurgeryPendahuluan: Paradoks klinis‑radiologis pada stenosis spinal lumbar (LSS) menunjukkan bahwa kompresi anatomi saja tidak mampu menjelaskan tingkat keparahan gejala, sementara bukti terbaru menyoroti lingkungan stenotik yang bio‑aktif dipicu oleh neuroinflamasi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah tingkat keparahan morfologis stenosis yang diklasifikasi menurut Schizas berhubungan dengan biomarker inflamasi (Interleukin‑1β dan high‑sensitivity C‑reactive protein) setelah secara ketat mengendalikan faktor farmakologis. Metode: Sebuah studi pilot eksploratori prospektif cross‑sectional dilakukan pada 30 pasien LSS degeneratif; pasien non‑obes (BMI <30 kg/m²) menjalani washout NSAID/ steroid selama 7 hari. Tingkat stenosis dinilai dengan MRI menggunakan klasifikasi Schizas, dengan kelompok C dan D digabung menjadi satu kelompok stenosis berat. Serum IL‑1β dan hs‑CRP diukur dengan ELISA, dan analisis statistik menggunakan uji Kruskal‑Wallis serta regresi linier multivariat bootstrap (1.000 resample) mengendalikan umur, BMI, dan multikolinearitas (VIF). Hasil: Kelompok terdiri atas Grade A (n=10), Grade B (n=11), dan Grade C/D (n=9). Marker inflamasi sistemik menunjukkan peningkatan bertahap yang signifikan seiring dengan keparahan morfologis; median IL‑1β naik dari 5,60 pg/mL (IQR 4,9–6,4) pada Grade A menjadi 11,20 pg/mL (IQR 9,1–13,8) pada grup berat (p<0,001), sementara hs‑CRP meningkat dari 2,15 mg/L menjadi 4,90 mg/L (p=0,003). Regresi bootstrap mengonfirmasi bahwa keparahan Schizas tetap menjadi prediktor independen signifikan untuk IL‑1β (β=0,46, p=0,012) dan CRP (β=0,49, p=0,009) dengan VIF <2,5 meskipun terdapat korelasi umur. Kesimpulan: Tingkat keparahan morfologis kantung dural secara signifikan berhubungan dengan beban inflamasi sistemik, di mana kompresi mekanik yang berat tampaknya menghasilkan efek spillover yang dapat dideteksi sebagai tanda inflamasi perifer, sehingga biomarker ini berpotensi menjadi pendukung objektif bagi MRI dalam situasi klinis yang kontradiktif.
Penelitian ini menunjukkan korelasi positif yang kuat antara tingkat keparahan radiologis stenosis spinal lumbar dengan kadar serum IL-1β dan hs-CRP, menandakan bahwa kompresi mekanik yang parah dapat memicu peningkatan biomarker inflamasi sistemik.Hasil ini menyarankan bahwa pasien dengan stenosis berat dapat memperoleh manfaat lebih dari dekompresi bedah, sementara pasien dengan gejala ringan namun biomarker rendah mungkin lebih cocok menerima terapi konservatif atau rehabilitasi.Meskipun metodologi studi ini ketat, keterbatasan utama meliputi ukuran sampel kecil (N=30) dan desain cross‑sectional yang tidak memungkinkan penentuan hubungan kausal.
Penelitian lanjutan yang paling mendesak adalah melakukan studi kohort prospektif multi‑pusat dengan sampel besar untuk menentukan nilai ambang serum IL-1β dan hs-CRP yang optimal dalam membedakan stenosis berat serta memprediksi hasil pasca‑operasi decompression, sehingga dapat memperkuat aplikasi klinis biomarker tersebut. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang memantau dinamika perubahan IL-1β, hs-CRP, serta adipokin lain seperti leptin dan adiponektin sebelum dan setelah prosedur dekompresi, guna menilai apakah penurunan kompresi mekanis benar‑benar menyebabkan penurunan biomarker inflamasi dan menegaskan hubungan kausal antara stenosis dan neuroinflamasi. Akhirnya, sebuah uji klinis intervensi dengan antagonis IL-1β atau terapi anti‑inflamasi terarah pada pasien stenosis sedang dapat mengevaluasi apakah modulasi jalur inflamasi meningkatkan perbaikan klinis dan menurunkan tingkat biomarker, membuka peluang untuk strategi pengobatan yang lebih personalisasi dalam penanganan LSS.
| File size | 679.03 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UGUG Penelitian ini menunjukkan bahwa deverbalisasi dan deadjektivalisasi dalam bahasa Inggris, khususnya dengan akhiran -ation dan -ness, merupakan prosesPenelitian ini menunjukkan bahwa deverbalisasi dan deadjektivalisasi dalam bahasa Inggris, khususnya dengan akhiran -ation dan -ness, merupakan proses
STIKESMITRAKELUARGASTIKESMITRAKELUARGA Metode: Penelitian kuantitatif cross‑sectional dengan consecutive sampling pada 34 pasien di Radiotherapy Center RS X Bekasi pada Juli 2025, menggunakanMetode: Penelitian kuantitatif cross‑sectional dengan consecutive sampling pada 34 pasien di Radiotherapy Center RS X Bekasi pada Juli 2025, menggunakan
UIGMUIGM manifestasi seperti pembengkakan palpebra dan kemosis difus lebih mendukung selulitis orbital. Oleh karena itu, kewaspadaan klinis tinggi dan pendekatanmanifestasi seperti pembengkakan palpebra dan kemosis difus lebih mendukung selulitis orbital. Oleh karena itu, kewaspadaan klinis tinggi dan pendekatan
YARSIYARSI Pendahuluan: Transient Ischaemic Attack (TIA) untuk mendiagnosis memerlukan anamnesis yang cermat, seringkali berulang menjadi lebih buruk. Serangan TIAPendahuluan: Transient Ischaemic Attack (TIA) untuk mendiagnosis memerlukan anamnesis yang cermat, seringkali berulang menjadi lebih buruk. Serangan TIA
UWKSUWKS Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Data diambil dari rekam medis 42 pasien kankerMetode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Data diambil dari rekam medis 42 pasien kanker
IJHPIJHP Pada tingkat eosinofil, sebagian besar pasien memiliki kadar eosinofil darah dalam rentang normal (0–300 μL, 75,0%), sedangkan 25,0% mengalami peningkatanPada tingkat eosinofil, sebagian besar pasien memiliki kadar eosinofil darah dalam rentang normal (0–300 μL, 75,0%), sedangkan 25,0% mengalami peningkatan
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA Hasilnya menunjukkan bahwa 32,4 % pasien mengalami gejala neurologis, dengan penurunan kesadaran menjadi yang paling sering (58,3 %). Pasien denganHasilnya menunjukkan bahwa 32,4 % pasien mengalami gejala neurologis, dengan penurunan kesadaran menjadi yang paling sering (58,3 %). Pasien dengan
ACEHPROVACEHPROV Atherosclerosis terjadi akibat penimbunan kompleks lipid di dalam tunika intima pembuluh darah dan berhubungan dengan beberapa faktor risiko stroke. SkorAtherosclerosis terjadi akibat penimbunan kompleks lipid di dalam tunika intima pembuluh darah dan berhubungan dengan beberapa faktor risiko stroke. Skor
Useful /
UGUG Sub-keterampilan yang paling dominan adalah taking others perspectives dan recognising situational demands and opportunities, sedangkan showing concernSub-keterampilan yang paling dominan adalah taking others perspectives dan recognising situational demands and opportunities, sedangkan showing concern
UGUG Temuan penelitian menunjukkan bahwa penindasan terhadap perempuan dalam film ini tidak hanya terjadi melalui kekerasan fisik, tetapi juga melalui eksploitasi,Temuan penelitian menunjukkan bahwa penindasan terhadap perempuan dalam film ini tidak hanya terjadi melalui kekerasan fisik, tetapi juga melalui eksploitasi,
UGUG Sufiks derivasional memiliki fungsi untuk dapat mengubah kelas kata dan makna dari bentuk dasar yang dilekatinya, sehingga menghasilkan pembentukan kataSufiks derivasional memiliki fungsi untuk dapat mengubah kelas kata dan makna dari bentuk dasar yang dilekatinya, sehingga menghasilkan pembentukan kata
UWKSUWKS Variabel kontrol pada penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, IMT (Indeks Massa Tubuh), dan tempat pengambilan data penelitian. Penelitian ini merupakanVariabel kontrol pada penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, IMT (Indeks Massa Tubuh), dan tempat pengambilan data penelitian. Penelitian ini merupakan