STIKESMITRAKELUARGASTIKESMITRAKELUARGA

Jurnal Mitra KesehatanJurnal Mitra Kesehatan

Pendahuluan: Cancer-Related Fatigue merupakan gejala paling umum dan melemahkan pada pasien kanker yang dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Faktor psikologis seperti kecemasan dan dukungan keluarga diduga berperan dalam munculnya fatigue terutama pada pasien yang menjalani radioterapi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara kecemasan dan dukungan keluarga terhadap cancer-related fatigue pada pasien yang menjalani radioterapi. Metode: Penelitian kuantitatif cross‑sectional dengan consecutive sampling pada 34 pasien di Radiotherapy Center RS X Bekasi pada Juli 2025, menggunakan STAI, kuesioner dukungan keluarga, dan Brief Fatigue Inventory; data dianalisis dengan uji Spearmans rho. Hasil: Mayoritas responden perempuan, usia rata‑rata 48,18 tahun, mengalami kecemasan sedang (55,9%), dukungan keluarga baik (76,5%), dan kelelahan tidak berat (97,1%). Analisis tidak menunjukkan hubungan signifikan antara kecemasan dengan cancer-related fatigue (p = 0,092; r = -0,293) maupun antara dukungan keluarga dengan cancer-related fatigue (p = 0,267; r = -0,196).

Penelitian ini tidak menemukan hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan cancer-related fatigue pada pasien kanker yang menjalani radioterapi (p = 0,092.Demikian pula, tidak terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kelelahan (p = 0,267.Faktor‑faktor lain seperti kondisi fisiologis, stadium kanker, status nutrisi, dan mekanisme koping kemungkinan berpengaruh lebih besar terhadap kelelahan pasien.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar untuk menilai perubahan tingkat kecemasan, dukungan keluarga, dan cancer-related fatigue selama seluruh siklus radioterapi serta periode pascapengobatan. Selain itu, disarankan meneliti peran status nutrisi dan mekanisme koping individu sebagai faktor moderator yang mungkin memperkuat atau melemahkan hubungan antara faktor psikologis dan kelelahan pada pasien kanker. Sebagai alternatif, dapat dirancang intervensi terpadu yang menggabungkan konseling psikologis, pelatihan coping, dan program edukasi dukungan keluarga untuk menguji efektivitasnya dalam mengurangi cancer-related fatigue dibandingkan perawatan standar. Penelitian juga dapat mengeksplorasi korelasi antara biomarker inflamasi (misalnya level IL-6 atau CRP) dengan tingkat kelelahan serta mengidentifikasi apakah biomarker tersebut dapat menjadi prediktor objektif keparahan fatigue. Akhirnya, studi komparatif antara berbagai regimen radioterapi (misalnya dosis konvensional versus hipofraksional) dapat membantu menentukan apakah intensitas atau tipe radiasi mempengaruhi tingkat kecemasan, dukungan keluarga, dan kelelahan pasien.

Read online
File size224.26 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test