UGUG

Journal of Language and LiteratureJournal of Language and Literature

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penindasan gender dalam film horor Immaculate yang disutradarai oleh Michael Mohan. Penelitian ini berupaya memahami bagaimana penindasan gender ditunjukkan melalui pengalaman tokoh utama perempuan di dalam sebuah institusi keagamaan. Dengan menggunakan metode kualitatif, film ini ditonton berulang kali untuk mengkaji adegan, dialog, serta interaksi karakter yang relevan untuk menyoroti pengalaman penindasan yang dialami tokoh utama. Data kemudian dianalisis menggunakan teori Five Faces of Oppression dari Iris Marion Young untuk mengidentifikasi bagaimana penindasan terjadi pada individu yang termarjinalkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kelima bentuk penindasan muncul dalam film ini, yaitu eksploitasi, marginalisasi, ketidakberdayaan, imperialisme budaya, dan kekerasan. Tubuh tokoh utama digunakan oleh institusi tanpa sepengetahuan atau persetujuannya untuk kepentingan keagamaan. Ia dikucilkan dari partisipasi dalam komunitas, dan ia tidak memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan mengenai tubuh dan kesehatannya sendiri. Ia juga dipaksa untuk menerima sistem kepercayaan dominan dan mengalami kekerasan fisik sebagai bentuk pengendalian institusional. Temuan-temuan ini menunjukkan bagaimana Immaculate mengkritisi penindasan berbasis gender dalam lingkungan keagamaan dan institusional.

Penelitian ini menemukan bahwa kelima bentuk penindasan dalam teori Iris Marion Young, yaitu eksploitasi, marginalisasi, ketidakberdayaan, imperialisme budaya, dan kekerasan, muncul dalam film Immaculate.Film ini mengkritisi penindasan berbasis gender dalam institusi keagamaan melalui kontrol institusional terhadap tubuh dan kebebasan perempuan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penindasan terhadap perempuan dalam film ini tidak hanya terjadi melalui kekerasan fisik, tetapi juga melalui eksploitasi, marginalisasi, dan kontrol ideologis.Film ini menawarkan representasi visual yang kuat tentang bagaimana institusi keagamaan dapat menggunakan spiritualitas dan otoritas untuk mengendalikan tubuh dan pilihan perempuan.Penelitian ini berkontribusi pada kritik feminis terhadap film dan studi gender dengan menunjukkan bagaimana horor kontemporer dapat mengekspos dan mengkritik penindasan gender.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis perbandingan antara film Immaculate dengan film horor lainnya yang menampilkan protagonis perempuan dalam setting institusional atau keagamaan. Selain itu, dapat diterapkan teori-teori feminis lainnya untuk memahami bagaimana sinema kontemporer merefleksikan dan mengkritik penindasan gender secara sistemik. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi bagaimana film-film horor ini dapat digunakan sebagai alat pendidikan dan diskusi tentang isu-isu gender, terutama dalam konteks institusi keagamaan dan kontrol institusional terhadap perempuan.

  1. UNVEILING GENDER OPPRESSION THROUGH INSTITUTIONAL CONTROL OF WOMEN IN IMMACULATE | Journal of Language... doi.org/10.35760/jll.2026.v14i1.233UNVEILING GENDER OPPRESSION THROUGH INSTITUTIONAL CONTROL OF WOMEN IN IMMACULATE Journal of Language doi 10 35760 jll 2026 v14i1 233
  2. Beyond Legal Frameworks: Uncovering the Hidden Impact of Gender Violence in Indonesia’s 2024 Political... doi.org/10.26740/jsh.v7n2.p350-378Beyond Legal Frameworks Uncovering the Hidden Impact of Gender Violence in IndonesiaAos 2024 Political doi 10 26740 jsh v7n2 p350 378
Read online
File size737.08 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test