JABARPROVJABARPROV

Creative Research JournalCreative Research Journal

Kawasan Waduk Jatigede menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Sumedang. Kawasan ini memiliki sejumlah objek wisata unggulan dan pendukung. Dalam studi ini akan berfokus pada Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil sebagai bagian dari objek wisata Waduk Jatigede. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi karakteristik objek studi untuk merumuskan strategi pengembangan objek wisata dengan pendekatan yang komprehensif, mengingat potensi wisata yang besar tetapi diiringi dengan tantangan kompetitif. Metode analisis yang digunakan di antaranya analisis komponen wisata 6A, analisis sentimen, analisis SWOT, serta analisis Porters Five Forces. Temuan analisis menunjukkan bahwa Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil memiliki keunggulan dalam hal keunikan budaya dan arsitektur serta dukungan kelembagaan, tetapi di sisi lain menyimpan kelemahan dan ancaman yang dapat menggeser eksistensinya jika tidak ada langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang sebagai pengelola utamanya. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa perlu ada upaya transformatif yang dapat meningkatkan pengembangan destinasi wisata Jatigede, khususnya Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil.

Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil memiliki dasar pelayanan yang memadai seperti keberadaan parkir, toilet, masjid, serta aksesibilitas yang didukung multimoda termasuk bis.Selain itu, akses jalan tol Cisumdawu turut memberikan kemudahan bagi wisatawan dari luar Kabupaten Sumedang untuk sampai ke pusat kota dan dilanjutkan ke lokasi wisata.Keunggulan utama yang tidak dimiliki oleh objek wisata lain yaitu nilai budaya dan arsitektur memberikan keunikan wisata buatan.Namun destinasi wisata ini juga menghadapi tantangan signifikan karena masih terbatasnya aktivitas wisata yang tersedia, bahkan cenderung hanya menampilkan pemandangan dan titik swafoto tanpa ada aktivitas wisata lainnya.Analisis sentimen mengungkapkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan karena Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil memiliki tanggapan negatif tertinggi dibandingkan dua destinasi pesaing.Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara potensi daya tarik dan pengalaman yang diterima oleh pengunjung.

Berdasarkan hasil penelitian, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi pemasaran digital yang lebih inovatif untuk meningkatkan citra wisata Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang potensi pengembangan aktivitas wisata baru yang berbasis budaya dan alam untuk menarik lebih banyak pengunjung. Penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal dapat meningkatkan keberlanjutan ekosistem pariwisata di kawasan Jatigede. Studi ini juga dapat mengkaji efektivitas penerapan konsep pariwisata berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar waduk. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dinamika persaingan antara objek wisata di kawasan Jatigede dengan objek wisata lain di sekitarnya. Penelitian juga dapat mengidentifikasi cara-cara inovatif untuk memperkuat branding destinasi wisata melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Terakhir, studi tentang dampak jangka panjang dari perubahan kebijakan pariwisata terhadap pengelolaan objek wisata di kawasan Jatigede dapat menjadi arah penelitian yang relevan.

  1. TOURISM DEVELOPMENT STRATEGY OF KUJANG SAPASANG TOWER AND AL KAMIL MOSQUE IN THE JATIGEDE AREA USING... crjournal.jabarprov.go.id/index.php/crj/article/view/450TOURISM DEVELOPMENT STRATEGY OF KUJANG SAPASANG TOWER AND AL KAMIL MOSQUE IN THE JATIGEDE AREA USING crjournal jabarprov go index php crj article view 450
Read online
File size360.51 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test