UNIVAUNIVA

AGRISENTRUMAGRISENTRUM

Pengembangan usaha pembesaran ikan lele kerap terhambat oleh biaya pakan yang tinggi, fluktuasi harga jual, serta serangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor Internal dan eksternal (kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman) dan menemukan alternatif strategi yang sesuai dalam upaya pengembangan usaha Ikan Lele di daerah penelitian. Metode analisis data menggunakan adalah Analisis SWOT dan untuk menyusun alat digunakan faktor–faktor strategi adalah matrik SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi perkembangan usaha pembesaran Ikan Lele di Kecamatan Tanjung Morawa antara lain, kekuatan yaitu potensi SDA yang dimiliki sangat mendukung kegiatan budidaya, potensi SDM pelaku usaha budidaya ikan lele, budidaya mudah dan modal terjangkau, kontinuitas Hasil Panen Ikan Lele, permintaan pasar tinggi sedangkan kelemahan antara lain : Keterbatasan moda, Kemampuan manajemen usaha pembudidaya masih terbatas, Jumlah bibit lele berkualitas terbatas, Pola usaha budidaya masih bersifat tradisional, Hasil produksi belum optimal dan belum berkembangnya diversifikasi usaha. Faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan usaha pembesaran Ikan Lele Kecamatan Tanjung Morawa antara lain : peluang yaitu perkembangan teknologi pengolahan pangan, permintaan produk Ikan Lele yang semakin meningkat, perhatian pemerintah terhadap pengembangan usahatani Ikan Lele, keberadaan industri pakan, munculnya permintaan produk olahan ikan lele. Berdasarkan hasil analisis SWOT diketahui bahwa usaha budidaya ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang mempunyai keunggulan dalam produktivitas dan sumberdaya, dan memiliki kelemahan dalam hal kurangnya modal dan pengetahuan serta kurangnya promosi hasil produksi ikan sehingga pemasaran kurang maksimal. Adapun strategi pengembangan yang bisa diterapkan adalah: a. Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah untuk mendapatkan bantuan baik berupa modal, peralatan maupun pelatihan b. Meningkatkan promosi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. c. Meningkatkan kualitas produksi ikan agar mampu bersaing dengan petani ikan dari daerah lain sehingga dapat menjaring lebih banyak konsumen. d. Meningkatkan kualitas SDM dan motivasi pelaku usaha untuk dapat mengembangkan usahanya.

Faktor internal yang mempengaruhi perkembangan usaha pembesaran ikan lele di Kecamatan Tanjung Morawa antara lain kekuatan seperti potensi SDA dan permintaan pasar tinggi, serta kelemahan seperti keterbatasan modal dan pola budidaya tradisional.Faktor eksternal meliputi peluang dari teknologi pengolahan pangan dan permintaan produk olahan, serta ancaman persaingan dengan daerah lain.Strategi pengembangan yang disarankan mencakup kolaborasi dengan pemerintah, peningkatan promosi, dan peningkatan kualitas produksi untuk meningkatkan daya saing.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak penggunaan pakan organik terhadap produktivitas ikan lele dan keberlanjutan usaha budidaya. 2. Studi tentang pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk ikan lele untuk meningkatkan akses pasar. 3. Evaluasi efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan usaha budidaya ikan lele melalui bantuan modal dan pelatihan keterampilan manajemen usaha.

Read online
File size424 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test