POLTEKBANGPLGPOLTEKBANGPLG

Journal of Airport Engineering Technology (JAET)Journal of Airport Engineering Technology (JAET)

Air yang menggenang pada landasan pacu bandara dapat mengurangi kinerja pengereman pesawat dan meningkatkan risiko hydroplaning pada saat lepas landas dan pendaratan. Penelitian ini mengembangkan prototipe pemantauan air menggenang berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung pemeliharaan preventif di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Metode R&D diterapkan, dengan mengintegrasikan sensor ultrasonik JSN‑SR04T, GPS, Raspberry Pi, Arduino, serta kamera yang dilengkapi segmentasi citra U‑Net, semua terhubung ke dasbor web melalui HTTP. Dataset terdiri dari 1.200 gambar landasan pacu berisi air, dibagi menjadi 70 % data pelatihan, 20 % validasi, dan 10 % pengujian. Pengujian menunjukkan sensor ultrasonik mencapai akurasi optimal pada kedalaman air di atas 2 cm, sedangkan kamera dapat mendeteksi air jernih hingga 1,5 m dan air keruh hingga 2 m. Validasi pengguna dengan lima pakar menghasilkan skor kelayakan 91 %, termasuk dalam kategori sangat baik.

Penelitian ini berhasil mengembangkan sistem pemantauan air berdiri berbasis IoT yang mengintegrasikan IoT, AI, dan teknologi multi‑sensor untuk mendukung pemeliharaan preventif bandara.Hasil menunjukkan sensor ultrasonik mencapai akurasi 100 % pada kedalaman air 2–3 cm, modul GPS menghasilkan kesalahan lokasi sangat kecil (<0.0015 %), dan model AI menunjukkan kinerja baik dalam mendeteksi air berdiri, dengan tingkat kepuasan pengguna 91 % yang tergolong sangat puas.Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan sensor dengan resolusi lebih tinggi yang dapat mendeteksi air kurang dari 3 mm, memperluas dataset AI untuk berbagai kondisi cuaca, serta mengintegrasikan kamera inframerah atau low‑light untuk operasi malam hari dan melakukan pengujian operasional jangka panjang di lingkungan bandara.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan sensor kapasitif atau laser untuk mendeteksi kedalaman air kurang dari 3 mm pada landasan pacu, sehingga meningkatkan sensitivitas sistem terhadap standar regulasi yang ketat. Selanjutnya, diperlukan pengembangan model kecerdasan buatan berbasis multimodal yang menggabungkan citra visual, data termal, dan spektrum elektromagnetik guna meningkatkan akurasi deteksi air dalam kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kabut, serta mengurangi kesalahan pada air keruh. Selain itu, penelitian dapat menilai implementasi sistem pemantauan terintegrasi pada kendaraan inspeksi otomatis yang beroperasi pada kecepatan tinggi, dengan tujuan mengukur dampak peningkatan efisiensi operasional bandara, mengurangi waktu inspeksi, dan menilai kehandalan data real‑time dalam konteks operasi penerbangan harian.

  1. Preventive Maintenance Scheduling on Belt Conveyor Using Failure Mode Effect and Criticality Analysis... doi.org/10.32734/jsti.v23i1.4368Preventive Maintenance Scheduling on Belt Conveyor Using Failure Mode Effect and Criticality Analysis doi 10 32734 jsti v23i1 4368
Read online
File size453.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test