WASTUKANCANAWASTUKANCANA

Jurnal TeknologikaJurnal Teknologika

Perusahaan manufaktur yang memproduksi kertas jenis core board bersifat continuous process (proses yang berkelanjutan) dimana setiap harinya perusahaan selalu memproduksi coreboard yang tidak hanya satu jenis core board saja. Dengan adanya masalah tersebut, salah satu cara untuk dapat meminimalkan produk roster cacat adalah dengan menggunakan analisis pendekatan metode six sigma dan failure mode and effect analysis. Analisis penelitian menggunakan metode six sigma melalui beberapa tahap Define, adalah mendefinisikan gambaran umum yang mengenai pengaruh dari proses terhadap pelayanan konsumen. Sedangkan pada tahap Measure yaitu Critical To Quality, Peta Kendali serta perhitungan DPMO dan sigma pada tiga penyebab cacat tertinggi yaitu low plybond, low gsm, low cobb. Nilai DPMO pada bulan November 2023 adalah 450.000 dengan nilai sigma 1,626; pada Desember 2023 nilai sigma 1,695; pada Januari 2024 nilai sigma 1,563; pada Februari 2024 nilai sigma 1,349; dan pada Maret 2024 nilai sigma 1,400. Tahap Analyze menentukan penyebab utama defect menggunakan fishbone, Tahap Improve melakukan perbaikan dengan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) berdasarkan Risk Priority Number (RPN) tertinggi (540 material, 189 mesin, 540 manusia, 61 metode). Tahap Control mendokumentasikan hasil peningkatan kualitas.

Berdasarkan analisis pengendalian kualitas produk core board, nilai Sigma bulanan menunjukkan performa yang bervariasi, dengan nilai tertinggi pada November 2023 (1,247) dan terendah pada Februari 2024 (0,836).Faktor utama penyebab kecacatan meliputi manusia (RPN 722), material (RPN 540), mesin (RPN 189), dan metode (RPN 61).Disarankan peningkatan pengawasan karyawan, perbaikan kualitas bahan baku, upgrade instruksi kerja mesin, serta penyusunan SOP yang jelas untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kualitas produk.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penerapan sistem pemantauan real‑time berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi defect secara otomatis dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap nilai sigma pada proses produksi core board; selanjutnya, dapat dilakukan studi eksperimental mengenai efektivitas program pelatihan operator menggunakan teknologi Realitas Virtual (VR) dalam mengurangi kesalahan manusia yang berkontribusi pada defect, dengan mengukur perubahan RPN pada faktor manusia sebelum dan sesudah intervensi; terakhir, pengembangan model pengambilan keputusan multi‑kriteria yang mengintegrasikan data FMEA dan Six Sigma (misalnya menggunakan Analytic Network Process atau TOPSIS) dapat diuji untuk memprioritaskan tindakan perbaikan secara holistik pada faktor manusia, material, mesin, dan metode, serta menilai dampaknya terhadap peningkatan kualitas produk secara keseluruhan.

Read online
File size423.64 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test