UMRAHUMRAH
SELATSELATPenerapan sanksi pidana adat dalam masyarakat Melayu di Kecamatan Tungkal Ulu pada masa lalu adalah dengan hukuman gawal (kawin paksa). Dilihat dari aspek hak asasi manusia, kawin paksa sering dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Melalui penelitian ini disimpulkan bahwa kawin paksa (gawal) pada masyarakat Melayu Tungkal Ulu tidak merupakan pelanggaran hak asasi manusia karena dilakukan dengan dasar pembenaran oleh sistem sosial setempat dan bukan merupakan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan pasangan yang dipaksa. Bahkan gawal pada dasarnya diinginkan oleh pasangan tersebut.
Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model penyelesaian perkara kesusilaan dengan hukum gawal pada masyarakat Melayu Tungkal Ulu masih diakui secara normatif walaupun saat ini tidak lagi diterapkan.Penerapan hukum gawal tidak pertentangan dengan Hak Asasi Manusia karena merupakan sistem nilai yang berlaku sebagai kearifan lokal dan tidak dilakukan tanpa persetujuan kedua belah pihak.
Penelitian lanjutan dapat membandingkan penerapan hukum gawal di beberapa kecamatan atau kabupaten lain di Provinsi Jambi untuk mengetahui variasi praktik dan faktor‑faktor yang memengaruhi keberlanjutan atau penghapusan hukuman tersebut. Peneliti juga dapat melakukan survei mendalam terhadap persepsi korban, keluarga, dan tokoh adat mengenai dampak psikologis, sosial, dan ekonomi dari kawin paksa, sehingga dapat menilai sejauh mana praktek tersebut masih dianggap menguntungkan atau merugikan masyarakat. Selanjutnya, studi interdisipliner yang mengkaji harmonisasi antara hukum adat, hukum pidana nasional, dan hukum Islam dapat mengidentifikasi celah‑celah regulasi serta memberikan rekomendasi kebijakan yang memadukan keadilan hak asasi manusia dengan nilai‑nilai kearifan lokal. Analisis longitudinal terhadap perubahan persepsi dan frekuensi penerapan gawal selama dekade terakhir dapat membantu memahami dinamika sosial budaya yang memengaruhi transformasi hukum adat. Akhirnya, pengembangan model mediasi berbasis komunitas yang melibatkan lembaga adat, lembaga pemerintah, dan organisasi non‑pemerintah dapat diuji efektivitasnya dalam menyelesaikan kasus kesusilaan tanpa harus mengandalkan kawin paksa.
| File size | 691.64 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
GEUTHEEINSTITUTEGEUTHEEINSTITUTE Keterampilan kognitif, motivasi belajar, gaya belajar, dan kondisi lingkungan belajar menunjukkan perbedaan yang signifikan antarprofil, sedangkan persepsiKeterampilan kognitif, motivasi belajar, gaya belajar, dan kondisi lingkungan belajar menunjukkan perbedaan yang signifikan antarprofil, sedangkan persepsi
SINOMICSJOURNALSINOMICSJOURNAL Namun, tantangan yang terus berlanjut, seperti perubahan iklim, akses terbatas ke sumber daya, dan kerangka kebijakan yang tidak memadai, menghambat kemajuan.Namun, tantangan yang terus berlanjut, seperti perubahan iklim, akses terbatas ke sumber daya, dan kerangka kebijakan yang tidak memadai, menghambat kemajuan.
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Dengan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap implementasi peraturan mengenai satwa liar dilindungi dan tantangan dalam penegakan hukum, studi ini diharapkanDengan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap implementasi peraturan mengenai satwa liar dilindungi dan tantangan dalam penegakan hukum, studi ini diharapkan
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Studi ini menganalisis strategi konservasi berbasis ekosistem di Kecamatan Muara Gembong, dengan fokus pada integrasi konservasi dengan aktivitas ekonomiStudi ini menganalisis strategi konservasi berbasis ekosistem di Kecamatan Muara Gembong, dengan fokus pada integrasi konservasi dengan aktivitas ekonomi
GEMACENDEKIAGEMACENDEKIA Peserta mewarnai menggambar pada bimbingan Ririh Calistung berfokus pada siswa SDN yang ada di kota Mataram. Tujuan dari pendampingan mewarnai ini untukPeserta mewarnai menggambar pada bimbingan Ririh Calistung berfokus pada siswa SDN yang ada di kota Mataram. Tujuan dari pendampingan mewarnai ini untuk
CASSRCASSR Internal factors include education level, occupation, skills, experience, the number of healthy workers in the household, and the households physical capitalInternal factors include education level, occupation, skills, experience, the number of healthy workers in the household, and the households physical capital
NEOLECTURANEOLECTURA Dalam perkembangan teknologi, terdapat hal-hal negatif yang muncul yaitu salah satunya adanya tindak pidana pemerasan dan/atau pengancaman melalui mediaDalam perkembangan teknologi, terdapat hal-hal negatif yang muncul yaitu salah satunya adanya tindak pidana pemerasan dan/atau pengancaman melalui media
SEMARANGKOTASEMARANGKOTA Selain itu, penebalan yang lebih kecil lebih dipengaruhi oleh peningkatan cahaya, udara kering, dan risiko kebakaran, yang membahayakan keberlanjutan tutupanSelain itu, penebalan yang lebih kecil lebih dipengaruhi oleh peningkatan cahaya, udara kering, dan risiko kebakaran, yang membahayakan keberlanjutan tutupan
Useful /
UBHARAUBHARA Intervensi memadukan asesmen kebutuhan, perancangan kasus yang relevan dengan peran pegawai, penjelasan ringkas, diskusi interaktif, dan refleksi kualitatif.Intervensi memadukan asesmen kebutuhan, perancangan kasus yang relevan dengan peran pegawai, penjelasan ringkas, diskusi interaktif, dan refleksi kualitatif.
UBHARAUBHARA Program dilaksanakan pada 22 Mei–25 Juni 2026 bersama pemerintah desa, Linmas, dan warga, dengan forum belajar utama pada 15 Juni 2026. Tahapan kegiatanProgram dilaksanakan pada 22 Mei–25 Juni 2026 bersama pemerintah desa, Linmas, dan warga, dengan forum belajar utama pada 15 Juni 2026. Tahapan kegiatan
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Hasil infrastruktur RT/RW-Net beroperasi secara andal dan kegiatan menunjukkan bahwa mendukung kinerja optimal aplikasi Smart Village. Pelatihan yang diberikanHasil infrastruktur RT/RW-Net beroperasi secara andal dan kegiatan menunjukkan bahwa mendukung kinerja optimal aplikasi Smart Village. Pelatihan yang diberikan
UNIMEDUNIMED Diskusi kelompok juga memperlihatkan interaksi yang lebih hidup, di mana siswa saling memberi penjelasan dan mengoreksi kesalahan konsep. Selain peningkatanDiskusi kelompok juga memperlihatkan interaksi yang lebih hidup, di mana siswa saling memberi penjelasan dan mengoreksi kesalahan konsep. Selain peningkatan