WESTSCIENCESWESTSCIENCES

Jurnal Akuntansi Dan Keuangan West ScienceJurnal Akuntansi Dan Keuangan West Science

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan dan struktur konseptual literatur mengenai green finance melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus untuk periode 2010–2024 dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Analisis dilakukan terhadap 3 aspek utama: kolaborasi penulis (co-authorship), jejaring negara, dan kemunculan bersama kata kunci (co-word analysis), termasuk visualisasi overlay dan ষ density untuk tematik dari waktu ke waktu. Hasilnya melihat dinamika menunjukkan bahwa China merupakan negara paling dominan dalam produksi dan kolaborasi penelitian green finance, dengan kontribusi signifikan dari penulis-penulis Asia lainnya. Topik inti yang paling sering dibahas meliputi green economy, economic development, climate change, dan renewable energy. Dalam dua tahun terakhir, terjadi pergeseran fokus penelitian ke arah topik-topik seperti ESG, fintech, dan inovasi keuangan berkelanjutan. Visualisasi density menunjukkan juga kepadatan mengungkap adanya celah riset pada tema urbanisasi, efisiensi keuangan, dan transformasi digital hijau. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam membangun peta keilmuan green finance sekaligus merekomendasikan arah riset lanjutan yang lebih inklusif dan multidisipliner.

Analisis bibliometrik menunjukkan perkembangan pesat green finance dengan dominasi kontribusi Asia, khususnya Tiongkok, dan peningkatan kolaborasi internasional.Tema utama berfokus pada integrasi green finance dengan pembangunan ekonomi, energi terbarukan, kebijakan lingkungan, dan inovasi teknologi, dengan pergeseran terbaru ke keberlanjutan digital seperti ESG dan fintech.Walau topik inti banyak difokuskan, masih ada celah riset pada urbanisasi, efisiensi keuangan, dan pasar keuangan hijau yang menawarkan peluang studi lebih lanjut.

Pertama, penelitian dapat meneliti bagaimana teknologi keuangan (fintech) dapat memperluas akses green finance di daerah pedesaan Indonesia. Kedua, studi kolaborasi lintas negara antara peneliti Tiongkok dan Indonesia dapat memetakan sinergi dalam publikasi dan praktik kebijakan green finance. Ketiga, pengembangan model integrasi ESG dengan green bonds menggunakan analisis data big data dapat membantu lembaga keuangan menilai risiko dan peluang investasi hijau secara lebih akurat. Selanjutnya, evaluasi dampak regulasi pemerintah terhadap efektivitas green finance di sektor energi terbarukan membuka wawasan tentang hambatan birokrasi. Penelitian lain dapat mengkaji peran micro-financing dalam memfasilitasi small-and-medium enterprises (SME) untuk mengadopsi praktik bisnis berkelanjutan. Lanjutan, analisis jaringan kolaborasi penulis dapat diadaptasi untuk mengidentifikasi pola peneliti yang berkontribusi pada topik urbanisasi hijau. Selain itu, penyelidikan tentang intersepsi kebijakan fiskal dan insentif pajak dapat memperjelas hubungan antara kebijakan publik dan pertumbuhan green finance. Penerapan metode machine learning untuk memprediksi tren dominasi green finance di bulan mendatang dapat menjadi alat bantu kebijakan. Terakhir, studi longitudinal tentang perubahan persepsi investor terhadap risiko ESG menyediakan bukti empiris bagi pendorong pasar hijau. Semua ide tersebut akan memperkaya literatur dan membantu pembuat kebijakan menyusun strategi finansial berkelanjutan yang lebihteliti.

Read online
File size789.09 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test