UNSURUNSUR

El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan IslamEl-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam

Penelitian ini bertujuan menganalisis . Penguatan tersebut menjadi urgensi struktural di tengah tantangan ketimpangan pendapatan, kemiskinan, keterbatasan fiskal negara berkembang, dan kebutuhan akan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi pustaka yang mengintegrasikan regulasi, data empiris, serta literatur akademik terkait ekonomi syariah, filsafat keadilan sosial (Al-Fārābī, Ibn Khaldun, Rawls), dan maqāṣid al-sharīah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara memiliki peran strategis sebagai fasilitator, katalisator, dan akselerator dalam membangun ekosistem syariah. Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan aset perbankan syariah yang mencapai 9,88% pada 2024 dan pembiayaan yang tumbuh 9,92% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Namun, penelitian ini mengidentifikasi dua tantangan kritis: (1) Optimalisasi wakaf produktif masih terhambat oleh kurangnya integrasi dengan kerangka insentif fiskal, meskipun wakaf berperan sebagai pelengkap mekanisme pajak dalam mengurangi ketimpangan; dan (2) Inkonsistensi alokasi dana Green Sukuk yang hampir nihil pada sektor energi terbarukan, melemahkan klaim negara sebagai katalisator transisi energi dan pelanggaran terhadap prinsip Ḥifẓ al-Bīah. Analisis filosofis menegaskan bahwa peran negara selaras dengan Difference Principle John Rawls dan tujuan maqāṣid al-sharīah dalam menjaga harta dan jiwa, yang secara operasional diikat oleh prinsip Good Governance Business Sharia (GGBS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi kebijakan negara harus lebih strategis, khususnya dalam harmonisasi reorientasi alokasi green finance, untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Penelitian ini secara komprehensif mengonfirmasi bahwa negara memainkan peran strategis dan multidimensional dalam mencapai kemakmuran ekonomi melalui penguatan ekosistem ekonomi Islam di Indonesia.Peran ini berakar kuat dalam mandat filosofis keadilan sosial dan dioperasionalisasikan melalui kerangka GGBS untuk mencapai tujuan maqāṣid al-sharīah, dengan fondasi normatif yang kuat dari Al-Quran dan Hadits.Meskipun sinergi kebijakan telah mendorong pertumbuhan sektor keuangan Islam (pembiayaan tumbuh 9,92% YoY), ada dua tantangan implementasi yang memerlukan perhatian kritis.(1) Potensi wakaf produktif (Rp180 triliun/tahun) belum terintegrasi ke dalam kerangka kebijakan fiskal yang menyediakan insentif pajak.dan (2) Alokasi dana Green Sukuk yang tidak konsisten (7,7 miliar) yang tidak khusus diarahkan untuk proyek energi terbarukan, sehingga melanggar prinsip Ḥifẓ al-Bīah.

Untuk mencapai kesejahteraan ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, negara perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam harmonisasi kebijakan fiskal dan reorientasi alokasi green finance. Pertama, negara harus mengoptimalkan potensi wakaf produktif dengan mengintegrasikannya ke dalam kerangka kebijakan fiskal yang menyediakan insentif pajak. Ini akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam wakaf dan mengurangi ketimpangan ekonomi. Kedua, negara harus memastikan alokasi dana Green Sukuk secara konsisten diarahkan untuk proyek-proyek energi terbarukan, sejalan dengan prinsip Ḥifẓ al-Bīah. Ini akan memperkuat komitmen negara terhadap transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Ketiga, negara perlu meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan masyarakat untuk mendorong partisipasi yang lebih luas dalam instrumen keuangan syariah, seperti wakaf dan green finance. Dengan demikian, negara dapat memperkuat posisi ekonomi syariah sebagai pilar kunci dalam pembangunan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

  1. Validate User. validate user sorry experiencing unusual traffic time please help us confirm robot take... emerald.com/insight/content/doi/10.1108/IJIF-10-2018-0118/full/htmlValidate User validate user sorry experiencing unusual traffic time please help us confirm robot take emerald insight content doi 10 1108 IJIF 10 2018 0118 full html
  2. The Role of Islamic Bank MSME Financing for Job Creation in Indonesia | Indonesian Journal of Economics... doi.org/10.35313/ijem.v4i3.6175The Role of Islamic Bank MSME Financing for Job Creation in Indonesia Indonesian Journal of Economics doi 10 35313 ijem v4i3 6175
  3. A Maqasid-Based Welfare Index in Indonesia: An Empirical Investigation | Journal of Islamic Monetary... doi.org/10.21098/jimf.v11i1.2098A Maqasid Based Welfare Index in Indonesia An Empirical Investigation Journal of Islamic Monetary doi 10 21098 jimf v11i1 2098
Read online
File size428.55 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test