InstiperInstiper

AGRIFITIA : Journal of Agribusiness PlantationAGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation

Pengambilan keputusan pada promosi jabatan merupakan aspek strategis dalam manajemen sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit, yang secara langsung memengaruhi efektivitas operasional dan target produktivitas. Penelitian ini membandingkan dua metode Decision Support System (DSS), yaitu Simple Additive Weighting (SAW) dan Weighted Product (WP), dalam menentukan promosi Asisten Kebun di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1. Empat kriteria yang ditetapkan perusahaan digunakan, yaitu masa kerja (10%), produktivitas kerja (40%), perilaku kerja (20%), dan kepemimpinan (30%). Sebanyak sembilan kandidat promosi dari Divisi 1–9 dievaluasi. Kedua metode menghasilkan temuan yang sama, di mana Alternatif 4 (Jumadi Asri – Asisten Divisi 4) memperoleh skor tertinggi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode SAW dan WP dapat diterapkan secara efektif dalam pengambilan keputusan promosi di perkebunan, sesuai dengan kebijakan perusahaan dan kebutuhan operasional.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode SAW dan WP dalam sistem pendukung keputusan promosi jabatan Asisten Kebun di PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Ledo 1 menghasilkan rekomendasi konsisten, dengan alternatif 4 (Jumadi Asri) memperoleh skor tertinggi (0,90 SAW, 0,1250 WP).Hasil tersebut membuktikan bahwa kedua metode dapat menilai secara objektif kriteria masa kerja, produktivitas, perilaku, dan kepemimpinan, menghasilkan keputusan yang adil dan transparan.Oleh karena itu, SAW dan WP dapat dijadikan instrumen yang mendukung pengelolaan sumber daya manusia serta meningkatkan efektivitas promosi jabatan, produktivitas, dan keberlanjutan operasional perusahaan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi metode multi‑criteria decision making lainnya, seperti TOPSIS atau fuzzy AHP, dengan SAW dan WP untuk menilai apakah kombinasi tersebut meningkatkan akurasi keputusan promosi; selanjutnya, studi dapat meneliti dampak penyesuaian dinamis bobot kriteria seiring waktu, misalnya dengan mempertimbangkan perubahan kebutuhan operasional atau tren kinerja, untuk melihat apakah fleksibilitas bobot meningkatkan keadilan dan relevansi hasil promosi; terakhir, penelitian dapat memperluas penerapan model DSS ini ke konteks perkebunan lain atau tingkat jabatan yang berbeda, seperti supervisor atau manajer, guna menguji generalisasi metodologi dan menilai adaptabilitasnya dalam lingkungan kerja yang beragam, dengan fokus pada faktor-faktor spesifik industri dan budaya organisasi.

  1. PENGARUH INSENTIF DAN PROMOSI JABATAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN | Jurnal Riset Keuangan dan Akuntansi.... journal.uniku.ac.id/index.php/jrka/article/view/4858PENGARUH INSENTIF DAN PROMOSI JABATAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN Jurnal Riset Keuangan dan Akuntansi journal uniku ac index php jrka article view 4858
  2. SISTEM PENILAIAN KINERJA KARYAWAN SEBAGAI PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PENENTUAN KENAIKAN JABATAN MENGGUNAKAN... jurnal.amikom.ac.id/index.php/joism/article/view/1182SISTEM PENILAIAN KINERJA KARYAWAN SEBAGAI PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PENENTUAN KENAIKAN JABATAN MENGGUNAKAN jurnal amikom ac index php joism article view 1182
  3. Sistem Penunjang Keputusan Dalam Pemilihan Pegawai Penerima Promosi Jabatan Menggunakan Metode Simple... ejurnal.seminar-id.com/index.php/josh/article/view/4801Sistem Penunjang Keputusan Dalam Pemilihan Pegawai Penerima Promosi Jabatan Menggunakan Metode Simple ejurnal seminar id index php josh article view 4801
  4. Perbandingan Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Asisten Kebun Menggunakan Metode SAW (Simple... jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2103Perbandingan Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Asisten Kebun Menggunakan Metode SAW Simple jurnal instiperjogja ac index php AFT article view 2103
Read online
File size314.06 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test