WASTUKANCANAWASTUKANCANA

Jurnal TeknologikaJurnal Teknologika

Penelitian ini melakukan analisis kelayakan menyeluruh untuk mendirikan pabrik pembuatan ingot aluminium di Kawasan Industri Cilegon, Indonesia, dengan kapasitas produksi 50.000 ton per tahun (TPY) menggunakan limbah aluminium sebagai bahan baku utama. Studi ini mencakup penilaian permintaan pasar Indonesia, analisis rantai pasok untuk bahan baku dan produk jadi, evaluasi teknologi pengolahan terbaru, perhitungan rinci pengeluaran modal (CAPEX) dan pengeluaran operasional (OPEX), serta analisis skema investasi dengan pembiayaan utang 60% dan investasi ekuitas 40%. Metodologi penelitian mencakup analisis pasar, penilaian teknologi, pemodelan keuangan, dan evaluasi risiko sesuai dengan standar industri peleburan aluminium. Hasil menunjukkan adanya permintaan pasar yang kuat dengan proyeksi pertumbuhan tahunan 8,5%, pasokan bahan baku yang memadai dari sumber domestik dan regional, serta keunggulan kompetitif melalui teknologi tungku reverberatory modern dengan sistem pengadukan elektromagnetik. Total CAPEX diperkirakan sebesar USD 45,2 juta, dengan pengeluaran operasional tahunan USD 28,7 juta. Analisis keuangan mengungkapkan nilai sekarang bersih (NPV) positif sebesar USD 12,8 juta, tingkat pengembalian internal (IRR) sebesar 18,2%, dan periode pengembalian sebesar 6,8 tahun, yang mengonfirmasi kelayakan proyek. Studi ini menyimpulkan bahwa pabrik ingot aluminium yang diusulkan menunjukkan kelayakan komersial dan teknis yang kuat, dengan pengembalian yang kuat melebihi standar industri dan posisi strategis di pasar aluminium Indonesia yang berkembang.

Studi kelayakan ini mengonfirmasi kelayakan komersial dan teknis yang kuat untuk pabrik pembuatan ingot aluminium 50.Analisis pasar menunjukkan pertumbuhan permintaan yang kuat dengan rata-rata 8,5% per tahun, didorong oleh perluasan sektor otomotif dan konstruksi.Penilaian pasokan bahan baku menunjukkan ketersediaan limbah aluminium yang memadai dari sumber domestik dan regional.Pemilihan teknologi tungku reverberatory dengan pengadukan elektromagnetik memberikan keseimbangan optimal antara pemulihan logam, efisiensi energi, dan fleksibilitas operasional.Analisis keuangan menunjukkan pengembalian yang menarik dengan IRR 18,2%, periode pengembalian 6,8 tahun, dan NPV positif USD 12,8 juta, yang melebihi standar investasi industri aluminium.Lokasi strategis di Kawasan Industri Cilegon memberikan keunggulan kompetitif melalui efisiensi logistik, ketersediaan infrastruktur, dan kedekatan pasar.Proyek ini mendukung pengembangan industri aluminium Indonesia sambil berkontribusi pada prinsip ekonomi sirkular melalui daur ulang limbah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis rinci tentang dampak lingkungan dan sosial dari pabrik ingot aluminium yang diusulkan. Studi ini dapat mengeksplorasi strategi mitigasi dan adaptasi untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan masyarakat setempat. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada pengembangan teknologi daur ulang aluminium yang lebih berkelanjutan, seperti sistem pengadukan elektromagnetik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini dapat berkontribusi pada upaya mengurangi jejak karbon industri aluminium dan meningkatkan praktik daur ulang yang berkelanjutan. Selain itu, studi lanjutan dapat mengeksplorasi strategi pemasaran dan penetrasi pasar untuk produk ingot aluminium yang dihasilkan, dengan mempertimbangkan preferensi konsumen dan tren pasar. Penelitian ini dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan memperluas pangsa pasar mereka.

  1. Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Teknologika | Jurnal Teknologika. vol jurnal teknologika skip main content... doi.org/10.51132/teknologika.v14i2Vol 14 No 2 2024 Jurnal Teknologika Jurnal Teknologika vol jurnal teknologika skip main content doi 10 51132 teknologika v14i2
Read online
File size636.35 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test