ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Untuk menjamin profesionalisme, setiap jurnalis harus memenuhi satu faktor penting yang disebut kompetensi jurnalistik. Kompetensi jurnalistik dinilai melalui tiga aspek utama: kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan. Jurnalis yang kompeten seharusnya mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas dan mendukung terwujudnya profesionalisme pers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman jurnalis tentang kompetensi jurnalis dan memungkinkan mereka menerapkan nilai-nilai kompetensi di lapangan. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Riau, Indonesia, menggunakan metode kualitatif dengan teknik sampling purposive. Enam jurnalis, terdiri dari tiga jurnalis bersertifikat kompetensi dan tiga jurnalis non-bersertifikat kompetensi, diwawancarai secara mendalam. Dari data yang diperoleh, penelitian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) dengan sebelas peserta penelitian untuk menilai penerapan kompetensi jurnalis dan tanggung jawab sosial pers. FGD menghasilkan beberapa pandangan tentang keberadaan jurnalis dan membahas solusi atas masalah yang dihadapi jurnalis dan perusahaan media di Riau. Penelitian ini memiliki tiga hasil: pemahaman kompetensi jurnalis, penerapan kompetensi jurnalis dan tanggung jawab sosial, serta keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan profesionalisme pers. Penelitian ini menyimpulkan bahwa setiap jurnalis masih perlu meningkatkan profesionalismenya dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai kompetensi jurnalis. Penelitian ini melahirkan konsep baru keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan profesionalisme pers yang didukung oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi jurnalis diperlukan untuk mewujudkan profesionalisme pers.Jadi, jelas bahwa kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan adalah faktor utama yang mendorong jurnalis untuk berhasil dalam karya jurnalistik berkualitas.Bagian-bagian kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan terlihat dalam hal pemahaman jurnalis dan penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam aktivitas harian.Temuan penelitian ini menjawab pertanyaan penelitian 1 (RQ1) dengan menjelaskan bagaimana jurnalis di Provinsi Riau, Indonesia, memahami kompetensi jurnalis dan bagaimana mereka menerapkan nilai-nilai ini.Penelitian ini dilanjutkan dengan diskusi bersama jurnalis senior dan beberapa komponen yang bermitra dengan pers di daerah.Hasilnya, penerapan kompetensi jurnalis di Riau dianggap baik, meskipun dalam banyak kasus, penerapan nilai-nilai kompetensi jurnalis masih kurang.Penelitian ini menjawab RQ2, yang menjelaskan penerapan kompetensi jurnalis dan implementasi tanggung jawab sosial jurnalis terhadap masyarakat.Penelitian ini menekankan rendahnya tingkat pendidikan jurnalis, kualitas kesejahteraan jurnalis yang tidak memadai, dan kebutuhan keterlibatan masyarakat dalam membangun pers nasional berkualitas.

Berdasarkan temuan penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang berfokus pada pengembangan model pelatihan kompetensi jurnalistik yang komprehensif. Model ini dapat mencakup modul-modul pelatihan yang menyeluruh, mulai dari kesadaran etika hingga keterampilan praktis dalam peliputan berita. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi-strategi inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan jurnalis, seperti program-program beasiswa atau insentif finansial yang dapat menarik talenta-talenta muda ke dalam industri pers. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki peran masyarakat dalam mempromosikan profesionalisme pers, termasuk bagaimana masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam mengawasi dan mendukung jurnalis dalam melaksanakan tanggung jawab sosial mereka.

  1. Disruption and Collaboration in Digital Journalism: Ambivalence of Social Responsibility and Political... ejournal.ukm.my/mjc/article/view/42983Disruption and Collaboration in Digital Journalism Ambivalence of Social Responsibility and Political ejournal ukm my mjc article view 42983
  2. After the revolution: Tunisian journalism students and a news media in transition - Brian J. Bowe, Carolyn... journals.sagepub.com/doi/10.1177/14648849211018942After the revolution Tunisian journalism students and a news media in transition Brian J Bowe Carolyn journals sagepub doi 10 1177 14648849211018942
  3. Politics and Media Hegemony Policy in Indonesia | Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.... jurnal-iski.or.id/index.php/jkiski/article/view/556Politics and Media Hegemony Policy in Indonesia Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia jurnal iski index php jkiski article view 556
  4. Journalist Competence in Applying the Presumption of Innocence Principle on Press Release | Amsir Law... doi.org/10.36746/alj.v1i1.20Journalist Competence in Applying the Presumption of Innocence Principle on Press Release Amsir Law doi 10 36746 alj v1i1 20
Read online
File size277.57 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test