ISKIISKI

Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Penelitian ini memetakan wacana tentang persetujuan dan ketidaksetujuan setiap aktor mengenai kebijakan impor beras di Indonesia. Pada tahun 2023, pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk meningkatkan kuota impor beras Indonesia, menurut United States Department of Agriculture, Indonesia adalah negara kelima terbesar di dunia dalam hal impor beras. Kebijakan ini mendapat tentangan dan dukungan dari sejumlah aktor karena Indonesia juga merupakan produsen beras terbesar keempat di dunia. Aktor-aktor yang menentang dan menyetujui kebijakan impor beras di Indonesia menyajikan argumen masing-masing untuk mempengaruhi publik. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Jaringan Wacana (Discourse Network Analysis, DNA) untuk memetakan koalisi wacana dan aktor berdasarkan argumen aktor dalam media Kompas.id. Hasil menunjukkan bahwa wacana dari setiap aktor terhubung satu sama lain. Wacana tersebut mencakup: stabilisasi cadangan beras, kerja sama internasional, penurunan harga beras, antisipasi perubahan iklim, impor beras saat panen, bertentangan dengan undang-undang pangan, kenaikan harga beras, waspada stok beras, penegakan hukum terhadap penipuan beras, dan pengadaan beras yang tidak mungkin.

Debat tentang kebijakan impor beras di Indonesia diadakan untuk menantang pandangan publik.Konsep yang dibawa oleh aktor pro dan kontra terkait, antara lain, stabilisasi cadangan beras, kerja sama internasional, impor beras saat panen, bertentangan dengan undang-undang pangan, antisipasi perubahan iklim, kenaikan harga beras, waspada stok beras, dan penegakan hukum terhadap penipuan beras.Aktor yang mendukung dan menentang kebijakan impor beras menyampaikan argumen masing-masing di media massa, dalam hal ini media online Kompas.id, untuk mempengaruhi pandangan publik mengenai kebijakan impor beras pemerintah Indonesia.Meskipun sejumlah aktor, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), asosiasi pedagang, asosiasi petani, ahli, dan publik menentang kebijakan tersebut, pemerintah Indonesia tetap bersikeras untuk menerapkannya.Hal ini sejalan dengan pernyataan Hajer bahwa Discourse Coalition Framework mengakui negara atau pemerintah sebagai aktor penting dalam pembuatan kebijakan karena mereka memiliki kekuasaan yang substansial.Penelitian ini merekomendasikan diskusi publik yang melibatkan aktor yang mendukung dan menentang kebijakan impor beras di Indonesia untuk menemukan solusi atas perdebatan tersebut.Wacana tentang kebijakan impor beras mungkin akan berlangsung lebih lama, sehingga penelitian lebih lanjut harus mampu melihat dinamika wacana dari waktu ke waktu.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis dinamika wacana kebijakan impor beras dari waktu ke waktu untuk memahami bagaimana wacana tersebut berkembang dan berubah seiring berjalannya waktu. (2) Melakukan penelitian kualitatif mendalam untuk memahami perspektif dan motivasi aktor-aktor yang terlibat dalam debat kebijakan impor beras, termasuk pemerintah, petani, pedagang, dan ahli. (3) Meneliti dampak kebijakan impor beras terhadap ketersediaan dan harga beras di pasar domestik, serta bagaimana kebijakan tersebut mempengaruhi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

  1. Debate on Rice Import Policy in Indonesia: Discourse Network Analysis in Online Media | Jurnal Komunikasi... jurnal-iski.or.id/index.php/jkiski/article/view/1051Debate on Rice Import Policy in Indonesia Discourse Network Analysis in Online Media Jurnal Komunikasi jurnal iski index php jkiski article view 1051
Read online
File size1.94 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test