UNIPAUNIPA

Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan BiologiSpizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi

Abstrak. Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Namun, kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Bioteknologi masih perlu ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Guided Inquiry berbantu Lembar Kerja Peserta Didik terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Bioteknologi di UPT SMP Negeri 35 Medan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas IX UPT SMP Negeri 35 Medan. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kelas IX-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas IX-3 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pilihan ganda dua tingkat yang telah divalidasi dan dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Analisis data menggunakan Independent Samples T-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan model Guided Inquiry berbantu worksheet terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Kelas eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata yang lebih tinggi (55,38%) dibandingkan kelas kontrol (44,51%). Seluruh indikator berpikir kritis, yaitu klarifikasi, penilaian, inferensi, dan strategi mengalami peningkatan signifikan pada kelas eksperimen. Oleh karena itu, model pembelajaran Guided Inquiry berbantu worksheet efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Bioteknologi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Inkuiri Terbimbing yang dibantu lembar kerja secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Bioteknologi di UPT SMP Negeri 35 Medan (p < 0,05).Siswa pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dalam fasilitasi terpandu, manajemen waktu kegiatan inkuiri, serta partisipasi aktif seluruh siswa dibandingkan kelas kontrol.Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji penerapan model ini pada topik sains lain dan pada konteks sekolah yang beragam untuk menilai generalisasi dan adaptabilitasnya.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki (1) bagaimana efektivitas model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing yang dibantu lembar kerja terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sains lain seperti fisika dan kimia, dengan membandingkan perbedaan peningkatan antar mata pelajaran; (2) pengaruh penggunaan lembar kerja digital versus lembar kerja cetak pada proses inkuiri terbimbing, khususnya dalam meningkatkan motivasi, interaksi digital, dan kualitas refleksi kritis siswa; serta (3) efek jangka panjang penerapan model ini selama beberapa semester terhadap perkembangan berpikir kritis dan prestasi akademik siswa, termasuk analisis faktor-faktor pendukung seperti pelatihan guru, dukungan teknologi, dan konteks sekolah. Ketiga fokus penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang generalisasi, adaptabilitas, dan keberlanjutan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantu lembar kerja dalam meningkatkan kompetensi berpikir kritis di berbagai lingkungan pendidikan.

  1. The Effect of Guided Inquiry Learning Assisted by Worksheets on Students’ Critical Thinking Skills... spizaetus.nusanipa.ac.id/index.php/spizaetus/article/view/749The Effect of Guided Inquiry Learning Assisted by Worksheets on StudentsAo Critical Thinking Skills spizaetus nusanipa ac index php spizaetus article view 749
Read online
File size361.92 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test