UNIPAUNIPA

Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan BiologiSpizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi

Ekosistem mangrove semi-arid menyimpan potensi besar sebagai sumber bakteri endofit penghasil senyawa antimikrobia yang adaptif. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengevaluasi aktivitas antimikrobia bakteri endofit dari akar tunjang dan lateral Rhizophora mucronata pada tiga zona pengelolaan (inti, penyangga, dan pemanfaatan) di Kawasan Ekowisata Mangrove Kupang. Pengambilan sampel dilakukan pada Maret–April 2026, diikuti sterilisasi permukaan akar dan isolasi pada media Nutrient Agar. Karakterisasi fenotipik dilakukan secara makroskopik, mikroskopik, dan biokimia, sedangkan uji aktivitas antimikrobia menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922. Dari 69 koloni awal, diperoleh 18 isolat murni dengan Bacillus sp. sebagai genus dominan (44,4%). Secara khusus, isolat Bacillus sp. ZS-04 dan ZI-05 menunjukkan bioaktivitas paling poten, menghasilkan zona hambat yang sangat kuat (>20 mm) terhadap S. aureus dan kuat (10–20 mm) terhadap E. coli. Analisis ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan zonasi yang signifikan terhadap S. aureus (p = 0,785), namun terdapat pengaruh zonasi yang signifikan terhadap E. coli (p = 0,045), khususnya antara zona pemanfaatan dan penyangga. Hasil ini mengonfirmasi bahwa endofit Bacillus sp. dari akar R. mucronata, khususnya isolat ZS-04 dan ZI-05, menghasilkan senyawa bioaktif dengan aktivitas antibakteri yang kuat dan terarget terhadap patogen Gram-positif, yang menyoroti endofit mangrove semi-arid sebagai reservoir yang adaptif terhadap stres dan menjanjikan untuk pengembangan agen antimikrobia alami yang baru.

This study successfully isolated and characterized 18 endophytic bacterial isolates from the prop and lateral roots of Rhizophora mucronata across three distinct management zones (core, buffer, and utilization) in a semi-arid mangrove ecosystem.4%), demonstrating exceptional adaptability to rhizospheric conditions.isolates ZS-04 and ZI-05 exhibited the most potent bioactivity, yielding very strong inhibition against Staphylococcus aureus and strong inhibition against Escherichia coli.Statistically, while intra-zone variability masked significant zonal differences for S.785), a significant ecological gradient was observed for E.Tukeys HSD post hoc testing specifically identified a significant difference between the utilization and buffer zones (p = 0.These findings validate root endophytes as promising, stress-adapted reservoirs of targeted natural antibacterial agents.However, as the current taxonomic assignments are based solely on phenotypic characteristics, future research must prioritize 16S rRNA gene sequencing for definitive taxonomic validation, coupled with LC-MS/MS-based metabolite profiling to elucidate specific bioactive compounds responsible for this selective antimicrobial activity.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan identifikasi taksonomi definitif menggunakan teknik molekuler seperti sekuensing gen 16S rRNA untuk mengonfirmasi genus dan spesies bakteri endofit yang diisolasi. Selain itu, studi metabolomik menggunakan LC-MS/MS dapat dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif spesifik yang bertanggung jawab atas aktivitas antimikroba yang selektif. Penelitian lebih lanjut juga dapat fokus pada mekanisme biosintesis senyawa bioaktif ini dan potensi aplikasinya dalam pengembangan agen antimikroba alami yang baru. Selain itu, studi ekologi yang lebih komprehensif dapat dilakukan untuk memahami pengaruh zonasi ekologis pada komposisi dan potensi antimikroba komunitas bakteri endofit di akar Rhizophora mucronata.

  1. Isolation and Antimicrobial Activity of Endophytic Bacteria from Rhizophora mucronata Roots in the Kupang... doi.org/10.55241/spibio.v7i2.730Isolation and Antimicrobial Activity of Endophytic Bacteria from Rhizophora mucronata Roots in the Kupang doi 10 55241 spibio v7i2 730
Read online
File size637.78 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test