AKPOLAKPOL

Tanggon KosalaTanggon Kosala

Regensi Malang merupakan salah satu kabupaten terbesar di Provinsi Jawa Timur; selain itu, Regensi Malang juga menempati posisi kedua dalam kepadatan penduduk di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Kepadatan penduduk yang tinggi di Regensi Malang menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi. Sebagian besar penduduk Regensi Malang yang tidak memiliki profesi memilih jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan harian mereka dengan melakukan pencurian, salah satunya berupa pencurian dengan kekerasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif sebagaimana dijelaskan oleh Hardani dan timnya dalam buku *Qualitative and Quantitative Research Methods* (Hardani et al., 2020:39), yaitu penelitian ilmiah yang mendeskripsikan pengumpulan dan proses data kualitatif yang diambil secara deskriptif dari gejala sosial yang diteliti dan diverifikasi silang sumber untuk menjawab pertanyaan penelitian hingga hasil informasi dianggap memadai, komprehensif, dan benar sehingga dapat dijadikan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Unit Samapta dalam mencegah pencurian kendaraan bermotor di wilayah Polres Malang masih tidak efisien dan tidak efektif. Ketidakefisienan disebabkan oleh kurangnya masukan organisasi serta ketidakmampuan menghasilkan output yang tinggi, sehingga produktivitas rendah dan kinerja individu masih kurang. Ketidakefektivitasan terbukti dari pendekatan objektif melalui disparitas antara pelaksanaan patroli dengan pedoman yang ada, serta tidak terhambatnya angka tindak kriminal pencurian dengan kekerasan yang justru meningkat. Dari pendekatan proses internal, unit Samapta masih menghadapi kendala pada cadangan personil yang kurang koordinasi.

Implementasi patroli Unit Turjawali oleh Unit Samapta di Polres Malang belum efektif karena perencanaan patroli tidak menyesuaikan perkembangan kejahatan pencurian dengan kekerasan dan target patroli tetap sama meskipun rute berubah.Kekurangan kuantitas dan kualitas personil, anggaran patroli yang tidak efisien, kurangnya dana bahan bakar, tidak adanya anggaran pemeliharaan kendaraan, tidak tersedia senjata, motivasi personil rendah, serta kelemahan administrasi patroli turut memperburuk kinerja.Oleh karena itu, Unit Turjawali Samapta Malang perlu memperbaiki fokus, arah, dan koordinasi patroli serta mengoptimalkan dialog dengan masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana penggunaan sistem informasi geografis (GIS) untuk merancang rute patroli yang variatif dapat menurunkan angka pencurian dengan kekerasan di wilayah Polres Malang, sehingga memberikan bukti empiris tentang efektivitas optimasi rute. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi dampak platform komunikasi kolaboratif antara polisi dan masyarakat, seperti aplikasi mobile berbasis lokasinya, terhadap peningkatan kepercayaan publik dan keberhasilan patroli dalam mencegah kejahatan, dengan mengukur perubahan persepsi dan partisipasi warga. Terakhir, penelitian dapat melakukan analisis biaya-manfaat mengenai alokasi anggaran patroli antara peningkatan jumlah personil versus peningkatan dana bahan bakar dan pemeliharaan kendaraan, untuk menentukan strategi alokasi sumber daya yang paling efisien dalam mengurangi pencurian dengan kekerasan, dengan memanfaatkan data keuangan dan statistik kejahatan selama beberapa tahun terakhir.

  1.  . 0 doi.org/10.3390/ijgi9030157A 0 doi 10 3390 ijgi9030157
  2. Performance Patrol Unit Turjawali Sat Same Police Office Malang in Prevention of the Criminal Act of... doi.org/10.70526/tk.v13i2.1681Performance Patrol Unit Turjawali Sat Same Police Office Malang in Prevention of the Criminal Act of doi 10 70526 tk v13i2 1681
  3. Organizing for Collective Action | The Political Economies of Associat. organizing collective action... doi.org/10.4324/9781351328722Organizing for Collective Action The Political Economies of Associat organizing collective action doi 10 4324 9781351328722
Read online
File size184.52 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test