POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery)

Persalinan prematur, yang didefinisikan sebagai kelahiran sebelum 37 minggu kehamilan yang lengkap, adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor obstetrik dan faktor sosiodemografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan persalinan prematur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Desain studi kasus-kontrol dengan pendekatan retrospektif digunakan dari Januari hingga Maret 2025. Populasi yang dapat diakses mencakup semua persalinan prematur di RSUD Buleleng dari Januari hingga Desember 2024. Sebanyak 268 responden (134 kasus dan 134 kontrol) dipilih menggunakan teknik sampling acak sederhana. Hasil menunjukkan asosiasi yang signifikan antara usia ibu dan persalinan prematur (p < 0,001; AOR 6,565; 95% CI 3,119-13,817), status pekerjaan (p = 0,007), paritas (p = 0,002), pecah ketuban prematur (p < 0,001; AOR 6,207; 95% CI 2,123-18,148), dan ancaman persalinan prematur (p < 0,001; AOR 4,150; 95% CI 2,137-8,059). Tidak ditemukan asosiasi yang signifikan antara tingkat pendidikan atau riwayat preeklampsia dengan persalinan prematur. Usia ibu diidentifikasi sebagai prediktor yang paling dominan. Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini oleh penyedia layanan kesehatan untuk mencegah persalinan prematur dan komplikasi yang terkait.

Ada asosiasi yang signifikan antara usia ibu, status pekerjaan, paritas, riwayat pecah ketuban prematur, dan ancaman persalinan prematur dengan persalinan prematur, dengan usia ibu sebagai faktor risiko dominan.Sebaliknya, tingkat pendidikan dan riwayat preeklampsia tidak secara signifikan berkaitan.Temuan ini menekankan kebutuhan akan deteksi dan manajemen dini faktor risiko kunci oleh penyedia layanan kesehatan dan institusi, didukung oleh catatan medis yang akurat dan sistem rujukan yang tepat.Penelitian masa depan harus mengadopsi desain prospektif dan mencakup variabel yang lebih luas untuk memahami lebih dalam faktor-faktor determinan persalinan prematur.

Saran penelitian lanjutan yang baru: . 1. Mengembangkan strategi pencegahan dan manajemen yang lebih efektif untuk persalinan prematur, dengan fokus pada pendidikan kesehatan reproduksi yang kuat di kalangan remaja, mempromosikan kesadaran tentang usia ibu yang ideal untuk kehamilan, dan meningkatkan skrining risiko berdasarkan usia selama perawatan antenatal. . 2. Memperkuat sistem deteksi dini dan respons kesehatan ibu, terutama dalam hal identifikasi faktor risiko ancaman persalinan prematur (TPL) seperti kelahiran prematur sebelumnya, infeksi saluran kemih berulang, atau abnormalitas rahim. . 3. Mengoptimalkan sistem rujukan dari pusat kesehatan primer ke rumah sakit sebelum persalinan prematur terjadi, dengan intervensi seperti pemberian progesteron vaginal pada ibu dengan riwayat kelahiran prematur atau serviks pendek, dan pemasangan cerclage pada kasus incompetensi serviks.

  1. Factors Associated with Preterm Delivery at RSUD Buleleng | Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery).... doi.org/10.33992/jik.v13i2.4584Factors Associated with Preterm Delivery at RSUD Buleleng Jurnal Ilmiah Kebidanan The Journal Of Midwifery doi 10 33992 jik v13i2 4584
Read online
File size368.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test