PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN

Jurnal Siti RufaidahJurnal Siti Rufaidah

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah berlebihan selama kehamilan, yang dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, kekurangan kalium (hipokalemia), dan gangguan metabolisme serius. Jika tidak tertangani, kondisi ini dapat memicu komplikasi seperti ketosis, gangguan fungsi hati, hingga kematian. Penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor predisposisi seperti kehamilan kembar, mola hidatidosa, kondisi psikologis (seperti stres, ketakutan terhadap kehamilan), serta menurunnya daya tahan tubuh ibu hamil, diyakini berperan. Mual dan muntah yang terus-menerus menyebabkan tubuh menggunakan cadangan karbohidrat dan lemak untuk energi, yang menghasilkan metabolit toksik. Akibatnya, jaringan tubuh menerima lebih sedikit nutrisi dan oksigen. Selain itu, kehilangan kalium melalui muntah dan urin dapat memperburuk hipokalemia dan menambah keparahan muntah. Menurut Maryunani (2019), kondisi ini lebih sering terjadi pada 60–80% ibu hamil primipara dan 40–60% multipara pada trimester pertama. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap kejadian hiperemesis gravidarum. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,015) dan sikap ibu hamil (p = 0,006) terhadap kejadian hiperemesis gravidarum.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka penulis menyimpulkan.Ada hubungan pengetahuan ibu hamil dengan kejadian hiperemesis gravidarum dengan nilai p 0,015<0,05.Ada hubungan sikap ibu hamil dengan kejadian hiperemesis gravidarum dengan nilai p 0,006<0,05.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang lebih mendalam untuk memahami dinamika perubahan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap hiperemesis gravidarum selama kehamilan. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman dan persepsi ibu hamil tentang hiperemesis gravidarum, termasuk faktor-faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi kondisi tersebut. Penelitian ini juga dapat diperluas dengan menganalisis faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian hiperemesis gravidarum, seperti kondisi kesehatan ibu, pola makan, dan dukungan sosial. Dengan demikian, intervensi yang lebih efektif dapat dirancang untuk mencegah dan mengelola hiperemesis gravidarum, serta meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil.

  1. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Klinik Pratama Vina Kota Medan Provinsi Sumatera... journal.ppniunimman.org/index.php/JASIRA/article/view/209Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Klinik Pratama Vina Kota Medan Provinsi Sumatera journal ppniunimman index php JASIRA article view 209
  2. kopertis10.or.id. kopertis10 buy domain domains seo re getting things ready loading experience won take... doi.org/10.22216/jen.v2i1.1654kopertis10 kopertis10 buy domain domains seo re getting things ready loading experience won take doi 10 22216 jen v2i1 1654
  3. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Besi di Wilayah Kerja... jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/744Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dengan Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Besi di Wilayah Kerja jurnal fk unand ac index php jka article view 744
Read online
File size359.73 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test