STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA

Journal of Linguistic and Literature StudiesJournal of Linguistic and Literature Studies

Penelitian ini menganalisis percakapan singkat yang diambil dari serial sitkom Teens tahun 2010 yang berjudul Victorious dengan menggunakan teori tindak ujar sebagai kerangka utama untuk memahami salah satu adegan dalam serial tersebut. Penulis memfokuskan pada tiga klasifikasi tindak ujar yang dikemukakan oleh Austin (1962), yaitu tindak locutionary, illocutionary, dan perlocutionary. Sebanyak 19 ujaran yang diucapkan oleh tiga aktor dianalisis, dan hasil analisis menunjukkan secara keseluruhan tipe-tipe tindak illocutionary yang muncul dalam percakapan, yang dijelaskan secara rinci pada kolom Findings, serta mengidentifikasi lima tindak locutionary dan empat tindak illocutionary pada adegan pertama, sedangkan pada adegan berikutnya ditemukan sembilan locutionary, tiga illocutionary, dan enam perlocutionary.

Analisis percakapan singkat dalam serial Sitkom Victorious mengungkap tiga jenis tindak ujar (locutionary, illocutionary, dan perlocutionary) yang dapat diidentifikasi secara menyeluruh.Penyampaian tindak ujar oleh karakter-karakter dalam konteks komedi menunjukkan keunikan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan struktur tindak ujar kepada penonton serta sebagai sarana pembelajaran bahasa Inggris sehari-hari.Karena sifat bahasa yang ringan, serial ini juga dapat dijadikan objek studi lanjutan dalam analisis penggunaan bahasa dan percakapan.

Penelitian lanjutan dapat memperluas korpus dengan mengumpulkan percakapan dari sejumlah sitkom lain untuk membandingkan pola tindak ujar antar serial, sehingga dapat mengidentifikasi variasi genre dan budaya dalam penggunaan tindak ujar (Pertanyaan penelitian: Bagaimana perbedaan pola tindak ujar antara berbagai sitkom?). Selanjutnya, penggunaan metode kuantitatif seperti analisis frekuensi dan statistik inferensial dapat memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai prevalensi masing-masing tipe tindak ujar, sehingga mengatasi keterbatasan pendekatan kualitatif deskriptif yang bersifat subjektif (Pertanyaan penelitian: Seberapa signifikan perbedaan frekuensi tindak locutionary, illocutionary, dan perlocutionary dalam dialog sitkom?). Terakhir, mengkaji persepsi penonton terhadap tindak ujar yang dihasilkan oleh karakter dapat menambah dimensi sosiolinguistik, misalnya dengan menguji pemahaman dan interpretasi audiens lintas budaya terhadap tindak ujar yang sama (Pertanyaan penelitian: Bagaimana perbedaan interpretasi tindak ujar oleh penonton dari latar budaya yang berbeda?).

Read online
File size117.32 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test