STBAPONTIANAKSTBAPONTIANAK

Jurnal Ilmiah SpectralJurnal Ilmiah Spectral

Penelitian ini menyelidiki pidato Matthew McConaughey di White House terkait penembakan di Sekolah Dasar Robb pada tahun 2022 di Uvalde, Texas, dengan menganalisis strategi persuasifnya melalui lima kanon retorika Cicero: Inventio, Dispositio, Elocutio, Memoria, dan Pronuntiatio. Dengan pendekatan analisis isi kualitatif, penelitian ini menganalisis transkrip dan video pidato untuk mengidentifikasi alat artistik (ethos, pathos, logos), organisasi struktural, pilihan gaya, penguasaan materi oleh pembicara, serta presentasi fisiknya. Hasil menunjukkan penerapan kelima kanon tersebut; Inventio McConaughey menonjolkan pathos melalui narasi korban, didukung oleh ethos sebagai penduduk asli Uvalde, serta logos melalui usulan kebijakan. Dispositio pidato secara efektif menggunakan struktur masalah‑solusi, berpindah dari daya tarik emosional ke ajakan logis untuk bertindak. Secara gaya, pidato memanfaatkan citra visual yang hidup, repetisi, dan berbagai figura retoris untuk memperkuat pesan. Meskipun tidak mengandalkan hafalan verbatim, Memoria McConaughey terlihat dalam internalisasi dan koneksi emosional yang otentik terhadap konten. Akhirnya, Pronuntiatio yang ditandai dengan modulasi vokal empatik, pengaturan tempo strategis, gestur bermakna, dan ekspresi wajah yang tulus secara signifikan meningkatkan dampak dan keaslian pesan. Penelitian ini menunjukkan relevansi berkelanjutan prinsip retorika klasik dalam wacana publik kontemporer, khususnya dalam menangani tragedi nasional yang sensitif dan mengadvokasi perubahan kebijakan, serta mengindikasikan potensi eksplorasi lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang retorika selebriti semacam ini.

Penelitian ini mengkaji pidato Matthew McConaughey di White House pasca penembakan di Uvalde, Texas, menggunakan lima kanon retorika klasik (Inventio, Dispositio, Elocutio, Memoria, Pronuntiatio).Analisis menunjukkan bahwa implementasi kanon-kanon tersebut berhasil menimbulkan empati, membangun kredibilitas, menyajikan argumen logis, dan pada akhirnya mendorong perubahan kebijakan terkait kekerasan bersenjata.Temuan ini menegaskan relevansi prinsip retorika kuno dalam diskursus publik kontemporer dan membuka peluang penelitian lanjutan mengenai dampak jangka panjang pidato tersebut terhadap opini publik dan kebijakan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana persepsi audiens terhadap pidato Matthew McConaughey memengaruhi sikap mereka terhadap kebijakan pengendalian senjata, misalnya dengan menggunakan survei atau eksperimen eksposur pesan. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang menelusuri perubahan opini publik dan kebijakan gun‑control selama beberapa tahun setelah pidato, untuk menilai dampak jangka panjang dibandingkan dengan periode sebelum pidato. Selanjutnya, perbandingan antara strategi retorika selebriti seperti McConaughey dan politisi tradisional dalam debat kebijakan senjata dapat mengungkap perbedaan efektivitas persuasi dan faktor etis yang melatarbelakangi penggunaan figur publik. Penelitian-penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang peran retorika dalam dinamika kebijakan publik serta memberikan dasar empiris bagi pembuat kebijakan dan komunikator. Hasilnya diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi perancang strategi komunikasi kebijakan yang ingin memanfaatkan elemen retorika secara efektif.

Read online
File size717.11 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test