STIK SAMSTIK SAM

Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan KesehatanJurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan

Menurut Riskesdas (2013) prevalensi hipertensi di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 30,4%, ini berarti sekitar 1.145.536 orang mengalami hipertensi. Faktor risiko perilaku penyebab adalah pendudukan kurang melakukan aktivitas fisik sebanyak 26,1%, penduduk >10 tahun minum minuman beralkohol sebanyak 4,6%, penduduk usia >15 tahun merokok sebanyak 36,3% dan penduduk >10 tahun kurang mengkonsumsi sayur dan buah. Saat ini pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan gerakan masyarakat hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah serta memeriksa kesehatan secara berkala. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh brief counseling farmasis terhadap aktivitas fisik dan hasil terapi pasien hipertensi rawat jalan di poliklinik penyakit dalam RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian two group pretest and postest dengan pengambilan data pasien secara prospektif. Pasien dikelompokkan secara acak menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mendapat intervensi berupa brief counseling dari farmasis/peneliti dan kelompok tanpa intervensi (kontrol) yang diikuti selama satu bulan untuk mengamati perubahan perilaku pasien dalam melakukan aktivitas fisik dan hasil terapi (penurunan tekanan darah). Teknik dalam memberikan konseling dengan konseling singkat (brief counseling) yang dijabarkan dalam strategi 5A yaitu, Assess, Advise, Agree, Assist dan Arrange.

Pasien dengan kelompok perlakuan yang telah diberikan intervensi dengan melakukan aktivitas fisik dapat membantu untuk mencapat keberhasilan terapi.

Untuk mencapai tujuan masyarakat hidup sehat, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan intensif guna mengubah perilaku pasien. Peran serta tenaga kesehatan, termasuk farmasis, sangat penting dalam mengubah perilaku masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik. Farmasis dapat bekerja sama dengan profesional kesehatan lain dalam memberikan konseling dan edukasi kepada pasien mengenai hipertensi, memonitor respon pasien melalui farmasi komunitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa brief counseling farmasis dapat memberikan hasil positif bagi pasien dalam melakukan aktivitas fisik. Namun, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi konseling yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam mengubah perilaku pasien hipertensi. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada dampak jangka panjang dari aktivitas fisik terhadap hasil terapi pasien hipertensi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan motivasi dan komitmen pasien dalam melakukan aktivitas fisik secara rutin.

Read online
File size81.92 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test