PORTALPUBLIKASIPORTALPUBLIKASI

Journal of Research and Publication InnovationJournal of Research and Publication Innovation

Dalam dunia pendidikan, proses administrasi yang efisien sangat penting untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Salah satu aspek administrasi yang sering kali memerlukan perhatian khusus adalah pencatatan kehadiran siswa. Di SMKN 7 Kabupaten Tangerang, pencatatan presensi siswa masih dilakukan dengan cara menggunakan buku agenda presensi, yaitu melalui pencatatan secara fisik yang rawan menyebabkan ketidak akuratan data dan memakan waktu yang cukup lama. Kondisi ini menghambat efisiensi dalam proses pengolahan data kehadiran siswa yang seharusnya dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dalam proses presensi siswa yang masih dilakukan dengan cara menggunakan buku agenda presensi di SMKN 7 Kabupaten Tangerang. Ruang lingkup penelitian mencakup pengembangan sistem informasi presensi siswa berbasis web dengan pemanfaatan QR Code sebagai media identifikasi kehadiran. Sistem ini dirancang untuk diakses oleh guru dan siswa, sehingga proses presensi dapat dilakukan secara digital dan real-time. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah V-Model. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem informasi presensi berbasis QR Code meningkatkan efisiensi, mengurangi potensi kecurangan, mempercepat validasi data presensi, serta mempermudah rekap, laporan, dan evaluasi kedisiplinan siswa.

Implementasi sistem presensi QR Code accumulator meningkatkan efisiensi dan validasi presensi di SMKN 7 Kabupaten Tangerang.Metode V-Model memberikan struktur kerja terukur dengan pengujian yang akurat pada setiap tahap.Sistem berbasis web memudahkan administrasi, mempercepat rekap laporan, dan meningkatkan transparansi data presensi.

Pertama, pengembangan sistem sebaiknya mencakup modul analitik prediktif yang memanfaatkan data presensi historis untuk mengidentifikasi pola keterlambatan atau absensi berkala, sehingga pihak sekolah dapat melakukan intervensi preventif. Kedua, dilakukan integrasi sistem dengan platform e-learning atau sistem manajemen pembelajaran (LMS) yang telah ada sehingga data presensi dapat digunakan secara real‑time dalam menghitung nilai rapor dan penilaian konsolidasi. Ketiga, implementasi sistem peringatan otomatis melalui pesan teks atau email kepada orang tua ketika siswa melewati ambang batas absensi tertentu dapat meningkatkan komunikasi dan kepatuhan, sekaligus memfasilitasi kolaborasi antara sekolah, siswa, dan keluarga.

Read online
File size1 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test