MARANATHAMARANATHA

Journal of Medicine and HealthJournal of Medicine and Health

Asupan diet rendah protein selama kehamilan dapat menyebabkan perubahan pemrograman janin dengan konsekuensi pasca-kelahiran jangka panjang. Keadaan ini akan menyebabkan anak dengan malnutrisi saat dalam kandungan mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami sindrom metabolik di masa dewasa. Sumber protein alternatif yang lebih terjangkau, seperti kedelai, digunakan untuk memperbaiki gizi ibu selama kehamilan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji tentang kekurangan dan kelebihan kedelai sebagai sumber protein alternatif untuk perbaikan gizi anak dengan Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT). Metode yang digunakan adalah scoping review, dan desain dipilih untuk memberikan cakupan pada topik tertentu dengan konsep dari literatur yang tersedia. Pencarian sistematis dilakukan di enam database, yaitu PubMed, EBSCO, ScienceDirect, SCOPUS, Sage Journals, dan Cochrane Library. Pengumpulan data meliputi publikasi yang diterbitkan dari Januari 2013 hingga Januari 2023. Sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi diperoleh dan dianalisis untuk ditinjau. Protein dari sumber nabati dianggap sebagai alternatif yang baik dalam memulihkan nutrisi anak yang kekurangan gizi di awal kehidupan. Selanjutnya, kekurangan diet kedelai dapat diperbaiki dengan pemantauan ketat. Sebagai simpulan, kualitas hidup anak dengan PJT dapat ditingkatkan melalui pemberian suplementasi yang terencana dengan baik.

Diet rendah protein selama kehamilan berdampak negatif pada kesehatan keturunan, baik selama masa in‑utero maupun pada masa dewasa.Selain itu, pemrograman janin dapat terjadi sebagai konsekuensi adaptasi janin terhadap lingkungan kehamilan, yang menghasilkan efek jangka panjang yang merugikan apabila tidak ditangani dengan tepat.Oleh karena itu, kualitas hidup keturunan dengan pertumbuhan janin terhambat dapat ditingkatkan melalui perencanaan yang baik serta pemantauan suplementasi kedelai yang mengandung asam amino hampir setara dengan formula susu sapi namun dengan harga yang lebih terjangkau.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas protein dari legum alternatif seperti kacang hijau atau lupin dibandingkan kedelai dan kasein dalam meningkatkan status gizi keturunan dengan pertumbuhan janin terhambat, menggunakan model hewan terkontrol dan menilai dampak metabolik serta komposisi mikrobioma usus; selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi suplementasi kombinasi protein nabati dan hewani (misalnya kedelai plus whey) untuk menilai efek sinergis dalam mengurangi risiko sindrom metabolik sambil memperbaiki pertumbuhan, dengan memperhatikan perbedaan respons antara jenis kelamin; terakhir, diperlukan studi kohort longitudinal pada manusia yang menilai pengaruh suplementasi protein kedelai selama kehamilan terhadap pertumbuhan, kesehatan metabolik, dan parameter imun keturunan, dengan stratifikasi berdasarkan status ekonomi dan pemantauan pola makan untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi praktis.

  1. Soy Protein Diet Improves Nutritional Status of Offspring with Intrauterine Growth Restriction: A Scoping... journal.maranatha.edu/index.php/jmh/article/view/6175Soy Protein Diet Improves Nutritional Status of Offspring with Intrauterine Growth Restriction A Scoping journal maranatha edu index php jmh article view 6175
Read online
File size334.67 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test