ABDINUSABDINUS

Jurnal Antara Abdimas KeperawatanJurnal Antara Abdimas Keperawatan

Penelitian intervensi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas keperawatan dalam mengoptimalkan manajemen perawatan diri (self-care management) pada pasien diabetes mellitus. Penelitian berbasis pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 30 pasien diabetes mellitus tipe 2 yang mengikuti program intervensi keperawatan di sebuah puskesmas. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2025. Intervensi meliputi edukasi terstruktur tentang diabetes, pelatihan keterampilan perawatan diri, serta konseling keperawatan individual. Data yang dikumpulkan mencakup karakteristik demografis, tingkat pengetahuan self-care, dan perilaku self-care pasien yang diukur menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis perbandingan. Sebagian besar peserta berusia ≥50 tahun (73,3%) dan berjenis kelamin perempuan (53,3%). Sebelum intervensi, hanya 23,3% pasien memiliki tingkat pengetahuan self-care yang baik, meningkat menjadi 70,0% setelah intervensi. Peningkatan perilaku self-care terjadi pada seluruh aspek, meliputi kepatuhan diet (33,3% menjadi 76,7%), aktivitas fisik teratur (30,0% menjadi 66,7%), kepatuhan minum obat (50,0% menjadi 86,7%), pemantauan gula darah mandiri (26,7% menjadi 73,3%), serta perawatan kaki (20,0% menjadi 63,3%). Intervensi keperawatan melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan manajemen perawatan diri pada pasien diabetes mellitus. Program keperawatan berbasis komunitas perlu dikembangkan sebagai upaya pencegahan komplikasi dan peningkatan kemandirian pasien.

Intervensi keperawatan meningkatkan manajemen perawatan diri (self‑care) pada pasien diabetes mellitus, terlihat dari peningkatan pengetahuan dan perilaku terutama pada kepatuhan diet, aktivitas fisik, minum obat, pemantauan gula darah, dan perawatan kaki.Edukasi dan pendampingan terstruktur berperan penting dalam meningkatkan kemandirian pasien dalam mengelola penyakit.Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan program intervensi berbasis edukasi dan pendampingan secara berkelanjutan, menggunakan instrumen penilaian yang lebih komprehensif, serta menerapkan desain eksperimental dengan kelompok kontrol untuk menilai efek objektif seperti kadar HbA1c.

Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan merancang uji klinis acak terkontrol (randomized controlled trial) yang membandingkan efektivitas intervensi keperawatan berbasis edukasi dan pendampingan terhadap kelompok kontrol standar, serta mengukur perubahan kadar HbA1c serta skor self‑care sebagai indikator objektif dan subjektif. Selain itu, diperlukan studi pengembangan dan validasi alat penilaian self‑care yang lebih komprehensif dan kontekstual bagi pasien diabetes mellitus di Indonesia, melibatkan analisis faktor budaya, tingkat literasi kesehatan, dan validitas psikometrik untuk memastikan keakuratan pemantauan keberhasilan intervensi. Selanjutnya, dapat dilakukan penelitian longitudinal tentang keberlanjutan dan biaya‑efektivitas program intervensi keperawatan komunitas yang diterapkan pada beberapa puskesmas, dengan mengevaluasi dampak jangka panjang terhadap komplikasi diabetes, kualitas hidup pasien, dan beban sistem kesehatan, sehingga memberikan bukti kuat bagi kebijakan kesehatan publik.

Read online
File size311.28 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test