STTBERITAHIDUPSTTBERITAHIDUP

Jurnal Teologi Berita HidupJurnal Teologi Berita Hidup

Penceritaan kisah Alkitab adalah bagian dari tradisi pewarisan iman Kristen kepada anak. Namun, masifnya perkembangan digital membawa pergeseran besar dalam pola pendidikan iman Kristen dalam keluarga. Tingginya intensitas relasi dengan media sosial menggantikan relasi personal orang tua dan anak. Media digital telah menggantikan tugas esensial orang tua sebagai penutur utama kisah Alkitab, yaitu bagian dari pewarisan iman Kristen kepada generasi berikutnya. Pendekatan yang digunakan bersifat konseptual berbasis kepustakaan terhadap sumber ilmiah dari basis data seperti Google Scholar dan ResearchGate yang terkait dengan konsep penceritaan kisah Alkitab sebagai mandat pendidikan iman. Kajian ini bertujuan menganalisis konsep, fondasi naratif, dan implementasi penceritaan kisah Alkitab dalam keluarga di era digital.

Adalah hak istimewa menjadi orang tua Kristen bagi anak-anak.Hak istimewa ini berjalan berdampingan dengan tanggung jawab yang Allah berikan untuk mendidik iman anak.Penceritaan lisan kisah Alkitab dilakukan dengan kesadaran bahwa ini merupakan perintah sekaligus undangan untuk berbagian dalam proyek pemuridan Kristus.Allah memberi kita sukacita akan kebaikan Tuhan yang sesungguhnya tidak layak kita terima.Inilah sebenarnya dasar untuk mengajarkan jalan-jalan-Nya kepada anak-anak melalui sebuah narasi lisan.Kasih Allah menumbuhkan kasih orang tua kepada jiwa kekal anak-anak.Kerinduan sejati untuk generasi bukanlah tentang bagaimana mereka bertahan hidup, namun bagaimana mereka hidup di hadapan Tuhan.Orang tua harus melakukan penceritaan kisah Alkitab di dalam kerangka teologis sebagai fondasi naratif bahwa kisah ini adalah tentang kesetiaan Allah, berpusat pada diri Allah dan karya-Nya, serta berlandaskan pada kasih.Tindakan ini bukan tentang berkata-kata saja, tapi proses membangun relasi pedagogis dengan anak, keterlibatan fisik orang tua sebagai pengajar, dan upaya disiplin orang tua sebagai teladan dalam ketekunan merenungkan firman.Ketiga lapisan ini didasarkan pada kasih dan pengenalan yang benar akan Tuhan.Penceritaan lisan kisah Alkitab di era digital tidak perlu menghindari penggunaan teknologi digital.Materi ini pun dalam anugerah umum diberikan kepada manusia untuk dinikmati dan dipakai sesuai peruntukannya.Diperlukan bijaksana yang kritis, konsisten dan kreatif dalam hal penggunaannya, sehingga pengajaran teologi tetap menjadi yang dominan dalam penceritaan kisah Alkitab dalam keluarga.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi lapangan yang lebih mendalam untuk menggali tingkat kecenderungan orang tua dalam mengerjakan tugas pendidikan di rumah. Kedua, penelitian dapat fokus pada teknologi digital apa yang dapat dimanfaatkan secara kritis dan kreatif dalam penceritaan Alkitab tanpa mengganti peran orang tua sebagai pendidik utama. Ketiga, analisis media-media digital pendidikan iman Kristen berdasarkan kebenaran Alkitab juga menjadi topik menarik untuk diteliti lebih lanjut. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam memahami dan meningkatkan praktik penceritaan kisah Alkitab dalam keluarga di era digital.

  1. Meta-Analisis: Pengaruh Bahan Ajar Berbasis Pendekatan STEM Pada Pembelajaran Ekologi | Journal of Digital... journal.moripublishing.com/index.php/jdle/article/view/24Meta Analisis Pengaruh Bahan Ajar Berbasis Pendekatan STEM Pada Pembelajaran Ekologi Journal of Digital journal moripublishing index php jdle article view 24
Read online
File size471.39 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test