MARANATHAMARANATHA

Journal of Medicine and HealthJournal of Medicine and Health

Celah Orofasial adalah kelainan kongenital yang paling sering dijumpai, dapat mengenai bibir, langit-langit atau keduanya. Kelainan ini dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia orang tua dengan celah orofasial, dengan metode korelasional dan pengamatan data penunjang. Terdapat 104 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, dengan mayoritas perempuan (54,8%), berumur 0-1 tahun (100%), dan mengalami celah bibir dan langit-langit (81,7%). Analisis menggunakan uji Spearmans Rank menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kelompok usia ibu dan ayah dengan celah orofasial. Koefisien korelasi menunjukkan kekuatan korelasi yang lemah antara usia ibu dengan celah orofasial. Simpulan penelitian ini adalah setiap kelompok usia ibu dan ayah memiliki risiko yang sama terhadap kejadian celah orofasial dan tidak berhubungan dengan tipe celah.

Analisis data pada penelitian ini menunjukan setiap kelompok usia ibu dan ayah, memiliki risiko yang sama terhadap kejadian celah orofasial dan tidak berhubungan dengan tipe celah.Celah orofasial tertinggi ditemukan pada kelompok usia 20-35 tahun dengan tipe celah CBLL, mual dan frekuensi muntah diduga menjadi salah satu sebab yang dapat meningkatkan risiko kejadian celah orofasial.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh mual dan frekuensi muntah terhadap asupan nutrisi dan suplemen, khususnya asam folat, selama kehamilan yang dapat meningkatkan risiko kejadian celah orofasial. Selain itu, penting untuk melakukan evaluasi berkala terhadap kejadian celah orofasial dan meningkatkan pengetahuan di fasilitas kesehatan tentang faktor-faktor yang dapat meningkatkan kejadian celah orofasial. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian celah orofasial di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

Read online
File size435.63 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test